🔴 Breaking
Kesehatan

Kekhawatiran Meningkatnya Kasus Diabetes di Indonesia

Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa prevalensi diabetes melitus tipe 2 di Indonesia mencapai 12,8 persen, dengan banyak penderita yang tidak menyadari kondisi mereka.

Fayra Nugroho

Penulis

08 July 2026
50 kali dibaca
Foto: Pool
Foto: Pool

Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan fakta yang memprihatinkan terkait dengan penyebaran penyakit diabetes melitus tipe 2 di tanah air. Berdasarkan survei kesehatan terbaru yang dilakukan di DKI Jakarta, angka prevalensi diabetes kini mencapai 12,8 persen. Hal ini menunjukkan bahwa satu dari delapan penduduk di ibu kota saat ini terdiagnosis sebagai penderita diabetes.

Ironisnya, penyakit ini menjadi ancaman yang tidak terlihat dan semakin meluas tanpa disadari oleh masyarakat. Dari total 12,8 persen warga yang terpengaruh, hanya sekitar 3 persen yang telah mendapatkan diagnosis medis. Sementara itu, 9,8 persen lainnya baru menyadari mereka mengidap diabetes saat mengikuti survei, karena selama ini tidak merasakan gejala klinis yang jelas.

Faktor Genetik dan Obesitas sebagai Pemicu

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan bahwa tingginya angka tersebut sangat berkaitan dengan faktor genetik penduduk. Hasil penelitian genetik di Indonesia menunjukkan bahwa hampir seluruh masyarakat memiliki potensi atau gen diabetes di dalam tubuh mereka.

"Jika hanya salah satu orang tua yang mengidap diabetes, risiko anak terkena diabetes masih di bawah 10 persen. Namun, jika kedua orang tua menyandang diabetes, risiko anak meningkat drastis menjadi 20 hingga 30 persen pada usia yang jauh lebih muda. Kurva risikonya naik tajam," jelasnya.

Perubahan Paradigma terhadap Obesitas

Penyebab utama yang memicu aktifnya gen diabetes laten ini adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Prof Dante meminta masyarakat untuk segera mengubah pandangan bahwa obesitas hanya sekadar masalah penampilan. Ia menekankan bahwa obesitas merupakan penyakit metabolisme kronis yang saat ini konsisten berada di peringkat lima besar masalah kesehatan yang paling umum di Indonesia melalui program Cek Kesehatan Gratis.

"Berbicara tentang obesitas berarti berbicara tentang perubahan metabolisme tubuh. Dengan mengendalikan dan menurunkan angka obesitas, kita secara langsung dapat mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti menurunkan angka kasus diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung," tegasnya.

Artikel Terkait