🔴 Breaking
Kesehatan

--- Kekhawatiran WHO: Kasus Kanker Diperkirakan Meningkat Hampir Dua Kali Lipat pada 2050 ---

--- WHO mengingatkan perlunya tindakan segera, karena diproyeksikan jumlah kasus kanker baru akan hampir dua kali lipat pada tahun 2050. ---

Galang Mahesa

Penulis

16 July 2026
32 kali dibaca
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Foto: Getty Images/diegograndi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Foto: Getty Images/diegograndi
---TITLEEXCERPT--- WHO mengingatkan perlunya tindakan segera, karena diproyeksikan jumlah kasus kanker baru akan hampir dua kali lipat pada tahun 2050. ---CONTENT---

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan mengenai perlunya langkah-langkah cepat, setelah diperkirakan jumlah kasus kanker baru di seluruh dunia akan meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2050. Dalam laporan yang berjudul WHO Global Status Report on Cancer 2026, yang disusun bersama International Agency for Research on Cancer (IARC), WHO memperkirakan bahwa kasus kanker baru secara global akan meningkat dari sekitar 20,6 juta kasus per tahun menjadi hampir 35 juta kasus pada tahun 2050.

Saat ini, kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, setelah penyakit kardiovaskular. Setiap tahun, terdapat sekitar 20,6 juta kasus baru dan hampir 10 juta kematian akibat penyakit ini, yang berarti lebih dari 26 ribu orang meninggal setiap harinya karena kanker.

Ketidaksetaraan dalam Penanganan Kanker

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan, "Kanker adalah penyakit yang sangat personal dan hampir menyentuh kehidupan setiap orang. Namun, peluang seseorang untuk bertahan hidup seharusnya tidak ditentukan oleh tempat lahir atau tingkat pendapatannya." Ia menekankan bahwa ketimpangan yang terungkap dalam laporan tersebut bukanlah hal yang tidak dapat diubah, melainkan akibat dari berbagai kebijakan yang masih bisa diperbaiki melalui tindakan yang lebih kuat dan terkoordinasi.

Beban kanker bervariasi di setiap wilayah. Pada tahun 2024, Asia diperkirakan menyumbang lebih dari separuh kasus kanker baru di dunia, yaitu sekitar 50,7 persen, serta 56,5 persen kematian akibat kanker, yang sebagian besar disebabkan oleh jumlah populasi yang sangat besar. Sementara itu, Eropa, meskipun hanya memiliki sekitar 9 persen dari total populasi dunia, menyumbang 21 persen dari kasus kanker global dan 20 persen dari kematian akibat kanker.

Faktor Risiko dan Penyebab Kematian Kanker

WHO mencatat bahwa kanker paru-paru masih menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker di dunia. Pada pria, jenis kanker yang paling umum adalah kanker paru, kanker prostat, dan kanker kolorektal. Sedangkan pada wanita, kanker payudara, kanker paru, dan kanker kolorektal merupakan penyumbang terbesar kasus kanker.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa hampir empat dari sepuluh kasus kanker di dunia berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah. Faktor-faktor tersebut meliputi infeksi seperti human papillomavirus (HPV), hepatitis B dan C, serta Helicobacter pylori, selain konsumsi alkohol, penggunaan tembakau, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik.

Dr. Elisabete Weiderpass, Direktur IARC, menyatakan bahwa beberapa negara telah berhasil menurunkan angka kanker melalui kebijakan pencegahan. Namun, ia menyoroti bahwa laju kemajuan tersebut masih terlalu lambat. "Profil kanker kini terus berubah dan semakin dipengaruhi oleh meningkatnya angka obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, serta polusi udara. Karena itu, pencegahan kanker harus tetap menjadi prioritas politik," ujarnya.

Artikel Terkait