🔴 Breaking
Kesehatan

--- Kemenkes RI Klarifikasi Isu Mark Up Anggaran Alat Kesehatan di RSUD Krui ---

--- Kementerian Kesehatan RI memberikan penjelasan terkait tudingan penggelembungan anggaran pengadaan alat kesehatan di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Pesisir Barat, Lampung. ---

Arjuna Mahendra

Penulis

22 June 2026
23 kali dibaca
Foto: Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) (dok Kemenkes)
Foto: Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) (dok Kemenkes)
---TITLEEXCERPT--- Kementerian Kesehatan RI memberikan penjelasan terkait tudingan penggelembungan anggaran pengadaan alat kesehatan di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Pesisir Barat, Lampung. ---CONTENT---

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menanggapi isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan mark up anggaran untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) dalam layanan hemodialisis di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Pesisir Barat, Lampung. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa nilai pengadaan sebesar Rp 30 miliar yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat peresmian rumah sakit tersebut pekan lalu merupakan bantuan untuk pengadaan alkes canggih yang diberikan kepada masing-masing dari 66 RSUD yang terlibat dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) atau Quick Win.

Rincian Bantuan Alat Kesehatan

Aji menjelaskan, setiap RSUD akan menerima dukungan alkes canggih dengan nilai lebih dari Rp 30 miliar dari program SIHREN (Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network). Alat-alat yang termasuk dalam bantuan tersebut meliputi cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan lainnya. Untuk RSUD Krui, bantuan yang diterima tahun ini mencapai sekitar Rp 31,7 miliar, yang tidak hanya diperuntukkan bagi layanan hemodialisis.

Selain itu, setiap RSUD juga akan mendapatkan bantuan untuk alat kesehatan dasar dengan nilai berkisar antara Rp 20 hingga Rp 30 miliar. RSUD Krui sendiri diperkirakan akan menerima sekitar Rp 25 miliar untuk anggaran tahun 2025 dan 2026. Bantuan ini mencakup berbagai alat kesehatan, seperti bed pasien, defibrillator, mesin anestesi, monitor pasien, serta ventilator untuk layanan dewasa, anak, dan anestesi.

Total Dukungan Alat Kesehatan

Dengan demikian, total dukungan alat kesehatan yang diterima oleh RSUD KH Muhammad Thohir Krui diperkirakan mencapai sekitar Rp 56,7 miliar. Aji juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi hoaks yang menyebutkan bahwa Menteri Kesehatan melakukan penggelembungan harga dalam pengadaan alat kesehatan. Ia berharap penguatan RSUD Krui di Pesisir Barat, Lampung, dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sehingga mereka tidak perlu dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih lengkap.

Artikel Terkait