🔴 Breaking
Kenaikan Harga Singkong di Lampung Mencapai Rp3.050 per Kg, Petani Berterima Kasih kepada Pemerintah Elon Musk Investasi Besar di Perusahaan yang Produksi Film Dokumenter Tentang Dirinya Lonjakan Harga Avtur Picu Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Bandara Baru di Australia Resmi Beroperasi, Pertama dalam Lima Dekade Mayapada Hospital Tangerang Lanjutkan Pembangunan Gedung Keempat, Ditargetkan Beroperasi pada 2027 Laporan UNDP 2026: 617 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Multidimensi Peluang Besar Industri Animasi untuk Menyerap Tenaga Kerja di Era AI Festival Nglinting Tembakau Dorong Ekonomi Lokal Temanggung Turnamen Voli Piala Gubernur Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM di Banten Gerindra Menyelidiki Isu Pertemuan Tokoh Oposisi dengan Dubes Singapura Kenaikan Harga Singkong di Lampung Mencapai Rp3.050 per Kg, Petani Berterima Kasih kepada Pemerintah Elon Musk Investasi Besar di Perusahaan yang Produksi Film Dokumenter Tentang Dirinya Lonjakan Harga Avtur Picu Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Bandara Baru di Australia Resmi Beroperasi, Pertama dalam Lima Dekade Mayapada Hospital Tangerang Lanjutkan Pembangunan Gedung Keempat, Ditargetkan Beroperasi pada 2027 Laporan UNDP 2026: 617 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Multidimensi Peluang Besar Industri Animasi untuk Menyerap Tenaga Kerja di Era AI Festival Nglinting Tembakau Dorong Ekonomi Lokal Temanggung Turnamen Voli Piala Gubernur Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM di Banten Gerindra Menyelidiki Isu Pertemuan Tokoh Oposisi dengan Dubes Singapura
Politik

Ketua Komisi I DPR RI Menilai Kapal AS Melintasi Selat Malaka Tidak Menjadi Ancaman

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menyatakan bahwa keberadaan kapal milik Amerika Serikat di Selat Malaka tidak akan menimbulkan ancaman.

Arjuna Mahendra

Penulis

21 April 2026
154 kali dibaca
Ketua Komisi I DPR RI Menilai Kapal AS Melintasi Selat Malaka Tidak Menjadi Ancaman
Sumber gambar: antaranews.com
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, memberikan penilaian bahwa kapal milik Amerika Serikat yang melintasi Selat Malaka tidak akan mengakibatkan ancaman bagi Indonesia. Hal ini disampaikan dalam konteks situasi keamanan maritim di kawasan tersebut. Utut menjelaskan bahwa pengawasan terhadap aktivitas kapal asing di Selat Malaka tetap dilakukan oleh pihak berwenang. Menurutnya, keberadaan kapal tersebut seharusnya tidak perlu menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan, selama tidak ada tindakan provokatif yang dilakukan. Dalam situasi ini, Utut menekankan pentingnya diplomasi dan komunikasi yang baik antarnegara untuk menjaga stabilitas kawasan. Ia juga mengingatkan bahwa Selat Malaka merupakan jalur pelayaran yang vital bagi banyak negara, sehingga kerjasama internasional sangat diperlukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas laut. Sebagai penutup, pernyataan Utut Adianto menunjukkan sikap optimis terhadap situasi keamanan di Selat Malaka, serta harapan akan adanya dialog yang konstruktif antara negara-negara yang terlibat. Perkembangan lebih lanjut terkait situasi ini akan terus dipantau oleh Komisi I DPR RI.
Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait