🔴 Breaking
Kesehatan

Kisah Mengharukan Wanita Bekasi yang Terdiagnosis Kista Ovarium Raksasa

Seorang wanita asal Bekasi, Siti Zahro, menjadi viral setelah membagikan pengalamannya terkait diagnosis kista ovarium berukuran besar yang awalnya disangka sebagai penumpukan lemak.

Chandra Kirana

Penulis

14 June 2026
9 kali dibaca
Kisah Mengharukan Wanita Bekasi yang Terdiagnosis Kista Ovarium Raksasa
Foto: tangkapan layar viral

Jakarta - Kisah seorang wanita dari Bekasi, Siti Zahro, menjadi perhatian publik setelah ia membagikan pengalamannya mengenai diagnosis kista ovarium yang berukuran sangat besar. Pada awalnya, ia mengira bahwa perutnya yang semakin membesar disebabkan oleh lemak atau peningkatan berat badan.

Siti Zahro, yang berusia 23 tahun, mulai merasakan ada yang tidak beres ketika perut bagian bawahnya terus membesar dan terasa semakin berat. "Awalnya aku pikir cuma lemak biasa. Soalnya perut aku memang sudah agak buncit dari tahun sebelumnya, tapi cuma di bagian bawah dan masih lembek," ungkap Siti.

Keluhan yang Diabaikan

Sebelum mendapatkan diagnosis kista, Siti sering mengalami beberapa keluhan yang dianggap sepele. Ia kerap merasakan nyeri di bagian perut kanan yang datang secara berulang. Selain itu, ia juga merasakan pegal di pinggang dan punggung bagian belakang yang cukup mengganggu aktivitas sehari-harinya. "Yang paling sering aku rasain itu sakit perut bagian kanan. Terus pinggang sama punggung belakang sakit banget, pegel banget," jelasnya.

Walaupun merasakan keluhan tersebut, Siti tidak segera memeriksakan diri ke dokter karena mengira bahwa semua itu disebabkan oleh kelelahan akibat aktivitas sehari-hari.

Pola Makan yang Tidak Sehat

Siti juga mengakui bahwa pola makannya jauh dari ideal. Ia sangat menyukai makanan pedas dan asin, seperti bakso dan seblak. Dalam sehari, ia hanya mengonsumsi nasi satu kali. "Aku makan nasi cuma sehari sekali. Pagi biasanya makan bakso, siang baru makan nasi. Pulang kerja selalu beli seblak, terus malam suka ngemil makanan pedas-pedas," ujarnya.

Selain pola makan yang tidak seimbang, Siti juga sering menahan buang air kecil karena kesibukan sehari-hari. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makanan pedas atau kebiasaan menahan buang air kecil secara langsung menyebabkan kista ovarium.

Perutnya mulai membesar secara signifikan ketika ia mengalami stres berat. Kondisi ini membuatnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Pada Maret 2026, ia menjalani pemeriksaan USG transvaginal, yang menunjukkan adanya kista ovarium dengan ukuran sekitar 29 sentimeter. Pemeriksaan lebih lanjut menggunakan MRI pada bulan April memperlihatkan ukuran kista yang sangat besar, mencapai sekitar 23 x 29 sentimeter.

"Dokter bilang harus segera dioperasi karena ukurannya sudah besar dan terus bertambah," tambahnya.

Berdasarkan penjelasan dari dokter, kista yang dialami Siti diduga berkaitan dengan faktor hormonal. Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang tumbuh di dalam atau di permukaan ovarium. Sebagian besar kista bersifat jinak dan dapat mengecil dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus, kista dapat terus membesar dan menimbulkan keluhan seperti nyeri panggul, perut terasa penuh, cepat kenyang, hingga pembesaran perut. Karena ukurannya yang sudah sangat besar, dokter merekomendasikan tindakan operasi untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Artikel Terkait