Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa proses penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal sebagai Whoosh, masih dalam tahap penyelidikan. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Selasa.
Budi menjelaskan bahwa meskipun penyelidikan telah berlangsung sejak awal tahun 2025, KPK belum mengangkat kasus ini ke tahap penyidikan. "Ini manajemen penanganan perkara saja karena memang saat ini banyak perkara yang sedang ditangani oleh KPK," katanya. Ia menambahkan bahwa KPK juga terlibat dalam beberapa kegiatan penyelidikan lainnya yang bersifat mendesak, termasuk operasi tangkap tangan di berbagai daerah.
Proses penyelidikan terkait proyek Whoosh terus berjalan, dengan Budi menyatakan bahwa beberapa langkah telah diambil oleh tim penyelidik. Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengungkapkan adanya dugaan penggelembungan anggaran dalam proyek tersebut. Ia mencatat bahwa biaya per kilometer proyek di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, sementara di China hanya berkisar antara 17 hingga 18 juta dolar AS.
Mahfud MD menekankan perlunya penyelidikan lebih lanjut mengenai siapa yang bertanggung jawab atas peningkatan biaya tersebut. Pada 16 Oktober 2025, KPK meminta Mahfud untuk mengajukan laporan resmi terkait dugaan korupsi ini. Mahfud kemudian menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan kepada KPK pada 26 Oktober 2025.
Selanjutnya, pada 27 Oktober 2025, KPK mengonfirmasi bahwa penyelidikan dugaan korupsi proyek Whoosh telah dimulai sejak awal tahun 2025. Proses ini menunjukkan bahwa KPK tetap berkomitmen untuk menuntaskan penyelidikan dan mencari kejelasan terkait isu yang berpotensi merugikan keuangan negara.