🔴 Breaking
Gempa M 7,7 di NTT, Dua Rumah Sakit Lapangan Dikerahkan untuk Penanganan Kesehatan Kesempatan Berkarir di Unilever Indonesia, Simak Syarat dan Proses Pendaftarannya Studi Mengungkap Pekerja Bergaji Rendah Memiliki Risiko Kematian yang Lebih Tinggi Pembentukan Tim Khusus untuk Memfasilitasi PT Timah dalam Pembelian Produksi Lokal Olahraga Rutin: Mitos atau Fakta dalam Mencegah Aritmia Jantung? Miliarder Termuda Eropa: James Dacombe, Gen Z yang Membangun Kekayaan Sendiri Dampak Minum Kopi Harian Terhadap Kesehatan Ginjal Dorongan untuk GenZu 2026: Membangun Impian dan Berorganisasi di UIN Saizu --- Pemecatan Kepala Ekonom Bank VEB Terkait Kritik Terhadap Perang Ukraina --- Din Minimi dan Eks Kombatan Kibarkan Merah Putih, Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian Aceh Gempa M 7,7 di NTT, Dua Rumah Sakit Lapangan Dikerahkan untuk Penanganan Kesehatan Kesempatan Berkarir di Unilever Indonesia, Simak Syarat dan Proses Pendaftarannya Studi Mengungkap Pekerja Bergaji Rendah Memiliki Risiko Kematian yang Lebih Tinggi Pembentukan Tim Khusus untuk Memfasilitasi PT Timah dalam Pembelian Produksi Lokal Olahraga Rutin: Mitos atau Fakta dalam Mencegah Aritmia Jantung? Miliarder Termuda Eropa: James Dacombe, Gen Z yang Membangun Kekayaan Sendiri Dampak Minum Kopi Harian Terhadap Kesehatan Ginjal Dorongan untuk GenZu 2026: Membangun Impian dan Berorganisasi di UIN Saizu --- Pemecatan Kepala Ekonom Bank VEB Terkait Kritik Terhadap Perang Ukraina --- Din Minimi dan Eks Kombatan Kibarkan Merah Putih, Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian Aceh
Kesehatan

Malaysia Siaga Menghadapi Ancaman 'Super El Nino', Risiko Kelelahan Akibat Panas pada Anak Meningkat

Fenomena cuaca ekstrem 'Super El Nino' yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, terutama terkait kesehatan anak-anak yang lebih rentan terhadap suhu ti...

Arjuna Mahendra

Penulis

02 July 2026
84 kali dibaca
Foto ilustrasi: Getty Images/Yanukit Raiva
Foto ilustrasi: Getty Images/Yanukit Raiva

Jakarta - Fenomena cuaca ekstrem yang dikenal sebagai 'Super El Nino' diprediksi akan berlangsung hingga akhir tahun, memicu kekhawatiran di kalangan orang tua. Lonjakan suhu yang ekstrem dan gelombang panas yang berkepanjangan tidak hanya menjadi masalah cuaca, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan anak-anak, terutama bagi mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa anak-anak lebih rentan terhadap dampak cuaca panas dibandingkan orang dewasa. Ini disebabkan oleh fakta bahwa tubuh anak lebih cepat mengalami peningkatan suhu dan memerlukan waktu lebih lama untuk mendinginkan diri, sehingga mereka lebih mudah mengalami gangguan akibat paparan panas.

Risiko Kesehatan Akibat Cuaca Panas

Spesialis Iklim dan Lingkungan dari UNICEF Malaysia, Nasha Lee, menjelaskan bahwa kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi, heat exhaustion (kelelahan akibat panas), hingga heat stroke (serangan panas). "Gelombang panas menimbulkan risiko signifikan bagi anak-anak karena paparan yang berkepanjangan meningkatkan kemungkinan dehidrasi, kelelahan akibat panas, dan serangan panas karena tubuh anak-anak memanas lebih cepat dan mendingin lebih lambat daripada tubuh orang dewasa," jelas Nasha Lee.

Gejala awal dari kondisi ini sering kali sulit dikenali karena tampak ringan dan mudah diabaikan oleh orang tua. Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Tuanku Ja'afar, Dr. Naveen Nair Gangadaran, menyatakan bahwa tanda-tanda yang perlu diperhatikan antara lain anak menjadi lebih rewel, lesu, nafsu makan menurun, hingga kesulitan berkonsentrasi. "Anak-anak sangat rentan karena mereka menghasilkan lebih banyak panas saat beraktivitas dan bergantung pada orang dewasa untuk memastikan kebutuhan cairan serta perlindungan dari panas terpenuhi," tambahnya.

Penyakit Terkait Cuaca Panas

Orang tua juga diimbau untuk memahami berbagai masalah kesehatan yang dapat muncul akibat paparan suhu tinggi. Menurut dokter spesialis anak dari Sunway Medical Centre, Dr. Ch'ng Tong Wooi, kondisi ini dapat dibagi menjadi tiga tingkat keparahan. Kram Panas (Heat Cramps) merupakan bentuk paling ringan yang ditandai dengan kejang otot yang menyakitkan di perut, lengan, atau kaki akibat kehilangan banyak garam dan elektrolit melalui keringat. Kelelahan Panas (Heat Exhaustion) adalah kondisi yang lebih serius dengan gejala kelelahan ekstrem, lemas, mual, sakit kepala, pusing, hingga detak jantung yang cepat. Sedangkan Serangan Panas (Heat Stroke) adalah fase paling berbahaya dan memerlukan penanganan medis darurat.

Dr. Ch'ng mengingatkan tentang dampak fatal yang dapat terjadi jika terlambat ditangani. "Serangan panas terjadi ketika suhu inti tubuh melebihi 40°C dan disertai dengan gejala neurologis seperti kebingungan, disorientasi, kejang, kehilangan kesadaran, atau bahkan koma," tegasnya. "Pendinginan segera dan perawatan medis darurat sangat penting karena penundaan dapat menyebabkan kerusakan organ permanen atau bahkan kematian," tambahnya.

Selain itu, paparan dehidrasi kronis yang berulang sejak usia dini juga berisiko memicu gangguan ginjal jangka panjang pada anak. Salah satu kasus yang baru-baru ini terjadi di Malaysia melibatkan seorang bocah berusia 8 tahun bernama Muhammad Irfan Sufian, yang tiba-tiba tumbang dan harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengikuti kegiatan olahraga di sekolahnya. Ibunya, Norul Akmah Abdullah (41), menceritakan bahwa anaknya mendadak mengeluh sakit kepala hebat, demam tinggi, hingga muntah-muntah. Dokter kemudian mendiagnosis bocah tersebut mengalami kelelahan akibat panas ekstrem.

"Saat itu, saya dan suami tidak tahu bahwa dia mengalami kelelahan akibat panas. Ketika dia pulang mengeluh sakit kepala, demam, dan muntah, kami segera membawanya ke rumah sakit," kenang Norul. "Dokter kemudian memberi tahu kami bahwa gejala yang dialaminya adalah tanda-tanda kelelahan akibat panas," pungkasnya.

Artikel Terkait