🔴 Breaking
Kesehatan

Membedakan Nyeri Punggung Biasa dan Sakit Ginjal: Pentingnya Mengetahui Gejala

Banyak orang sering kali keliru dalam mengidentifikasi nyeri punggung, mengira itu hanya pegal biasa, padahal bisa jadi tanda gangguan ginjal. Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting untuk m...

Sekar Wangi

Penulis

08 July 2026
38 kali dibaca
Foto ilustrasi: Getty Images/Sewcream
Foto ilustrasi: Getty Images/Sewcream

Jakarta - Banyak orang sering merasa panik ketika mengalami nyeri di punggung dan langsung berasumsi bahwa ada masalah pada ginjal. Di sisi lain, ada juga yang meremehkan gejala sakit ginjal dengan menganggapnya sebagai pegal otot biasa akibat kelelahan. Namun, nyeri yang disebabkan oleh gangguan ginjal memiliki karakteristik dan lokasi yang berbeda dari nyeri punggung. Oleh karena itu, penting untuk mengenali perbedaan ini agar tidak salah dalam mengambil tindakan dan mendapatkan diagnosis yang akurat dari dokter.

1. Memperhatikan Lokasi Nyeri

Nyeri yang disebabkan oleh masalah ginjal biasanya terasa di area panggul, di bawah tulang rusuk bagian bawah, atau di punggung atas sekitar pinggang. Menurut informasi dari Verywell Health, ginjal terletak di bawah tulang rusuk, di kedua sisi tulang belakang, dan umumnya nyeri ginjal hanya menyerang satu sisi tubuh sesuai dengan ginjal yang bermasalah.

Sementara itu, nyeri punggung yang disebabkan oleh masalah otot, saraf, atau tulang belakang dapat terjadi di berbagai lokasi, mulai dari leher hingga tulang ekor. Biasanya, nyeri punggung bawah akan mempengaruhi kedua sisi secara bersamaan dan dapat menjalar hingga ke area bokong.

2. Karakteristik Rasa Sakit

Nyeri yang berasal dari gangguan ginjal cenderung berupa nyeri tumpul yang konstan atau nyeri tajam yang muncul tiba-tiba dan semakin parah seiring waktu. Nyeri ini terasa seperti berasal dari dalam tubuh dan tidak akan membaik meskipun sudah beristirahat atau mengubah posisi tidur atau duduk.

Di sisi lain, nyeri punggung biasa sering kali digambarkan sebagai sensasi menusuk atau tegang. Berbeda dengan nyeri ginjal, nyeri punggung biasanya akan mereda saat beristirahat atau mengubah posisi tubuh, tetapi dapat memburuk saat melakukan aktivitas fisik tertentu. Kondisi ini sering disertai dengan rasa kaku, kesulitan berdiri tegak, atau mati rasa yang menjalar ke kaki.

3. Gejala Penyerta yang Perlu Dikenali

Penyakit ginjal, seperti batu ginjal, infeksi (pielonefritis), atau kanker ginjal, biasanya disertai dengan gejala sistemik lainnya. Beberapa gejala yang dapat muncul akibat gangguan ginjal antara lain demam dan menggigil (jika terjadi infeksi), mual dan muntah, urine yang berwarna keruh atau gelap, frekuensi buang air kecil yang meningkat atau nyeri saat berkemih, serta lemas, pusing, hingga rasa logam di mulut.

Di sisi lain, nyeri punggung murni biasanya disebabkan oleh masalah mekanis seperti cedera otot lumbosakral, saraf terjepit (hernia diskus), atau pengapuran tulang belakang yang berkaitan dengan usia, tanpa disertai gejala gangguan berkemih atau demam.

Apabila mengalami nyeri di area punggung dan ragu mengenai penyebabnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui pemeriksaan fisik, tes urine, dan tes darah sederhana, dokter dapat menentukan dengan tepat apakah keluhan tersebut berasal dari gangguan ginjal atau hanya masalah otot punggung.

Artikel Terkait