🔴 Breaking
Teknologi

Membeli Rumah Secara Online dari China, Siap Dirakit dalam Sehari

Konsep membeli rumah secara online kini menjadi kenyataan di China, di mana rumah prefab dapat dipesan dan dirakit dalam waktu singkat setelah pengiriman.

Bima Sakti

Penulis

25 September 2026
6 kali dibaca
Tangkapan layar rumah prefab buatan China yang dikirim dalam bentuk kontainer sebelum dibuka dan dirakit di lokasi tujuan(YouTube Grateful Off-Grid)
Tangkapan layar rumah prefab buatan China yang dikirim dalam bentuk kontainer sebelum dibuka dan dirakit di lokasi tujuan(YouTube Grateful Off-Grid)

Kegiatan membeli barang dari luar negeri melalui platform e-commerce mungkin sudah umum dilakukan. Namun, bagaimana jika yang dibeli adalah sebuah rumah? Hal ini mungkin terdengar aneh, mengingat rumah biasanya dianggap sebagai bangunan permanen yang tidak dapat dimasukkan ke dalam keranjang belanja. Namun, di China, beberapa produsen mulai menawarkan rumah prefabrikasi (prefab) yang dapat dipesan secara online dan dikirim ke berbagai negara.

Rumah yang diproduksi di China ini tidak dikirim dalam keadaan sudah terpasang. Sebaliknya, rumah tersebut dikemas dalam bentuk paket yang berisi modul-modul bangunan yang harus dirakit setelah tiba di lokasi tujuan. Konsep ini telah dibuktikan oleh pasangan kreator YouTube Grateful Off-Grid dari Amerika Serikat.

Proses Pemesanan dan Pengiriman

Melalui platform e-commerce Alibaba, pasangan tersebut memesan rumah prefab dari Heshi Integrated Housing Co., sebuah perusahaan asal China yang mengkhususkan diri dalam produksi rumah prefab. Dalam video yang mereka unggah, mereka menjelaskan bahwa proses pembuatan rumah memakan waktu sekitar 30 hari. Setelah itu, rumah tersebut dikirim melalui jalur laut yang memakan waktu hampir satu bulan sebelum tiba di AS.

Setibanya di lokasi, rumah tersebut masih dalam bentuk kontainer yang berisi modul-modul bangunan. Dengan bantuan derek, modul-modul tersebut kemudian dirakit menjadi sebuah hunian dalam waktu sekitar satu hari. Rumah prefab ini memiliki luas total sekitar 71,5 meter persegi dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk kamar tidur, dapur, kamar mandi terpisah, serta jendela.

Minat Terhadap Rumah Prefab yang Meningkat

Harga untuk unit rumah ini ditawarkan sebesar 15.800 dollar AS (sekitar Rp 284 juta). Namun, setelah menambahkan biaya pengiriman, pajak, dan biaya lainnya, total yang dikeluarkan mencapai 28.689 dollar AS (sekitar Rp 516 juta). Fenomena rumah prefab ini semakin diminati oleh masyarakat, karena proses pembangunannya lebih cepat dibandingkan rumah konvensional, di mana sebagian besar komponen sudah diproduksi di pabrik.

Rumah prefab yang diproduksi di China tersedia dalam berbagai model, mulai dari rumah kecil, rumah kontainer lipat, kabin futuristik, hingga vila modular. Model-model ini dirancang untuk tahan lama dan dapat digunakan sebagai hunian selama 50 tahun. Data menunjukkan bahwa minat terhadap rumah prefab meningkat, dengan banyak pencarian di internet terkait "Tiny House", "modular homes", dan "prefab homes".

Serena He, pendiri perusahaan rumah prefab Luban Cabin, mengungkapkan bahwa permintaan untuk rumah modular terus meningkat, terutama dari pasar yang memerlukan akomodasi fleksibel dan hemat biaya. Produk mereka banyak digunakan untuk glamping di Australia dan Selandia Baru, proyek resor di Asia Tenggara, serta homestay di beberapa negara Eropa. He menjelaskan bahwa satu unit rumah modular bisa dipasang dalam waktu satu hingga dua hari, sementara proyek yang lebih besar bisa selesai dalam waktu sekitar empat pekan.

Artikel Terkait