Lima belas tahun yang lalu, pagi saya dimulai dengan sebuah pesan singkat dari editor yang menyampaikan berita tak terlupakan: Steve Jobs telah meninggal dunia. Saya diminta segera ke kantor untuk menulis tentang produk dan karya dari pendiri Apple tersebut. Pesan itu datang tak lama setelah Apple mengumumkan kepergian Jobs. Sejak saat itu, setiap tanggal 5 Oktober, ingatan saya selalu kembali ke pagi yang penuh kesedihan itu. Rasanya seolah baru terjadi kemarin.
Jobs menghembuskan napas terakhir di rumahnya yang terletak di Palo Alto, California, pada Rabu, 5 Oktober 2011, sekitar pukul 15.00 waktu setempat, atau Kamis, 6 Oktober 2011, sekitar pukul 05.00 WIB. Kanker pankreas yang dideritanya sejak tahun 2003 telah merenggut nyawanya di usia 56 tahun, hanya sehari setelah Apple memperkenalkan iPhone 4S. Hingga kini, banyak orang, terutama para penggemar Apple, masih mengenang sosok Jobs.
Peringatan Duka dan Kenangan
Pada hari kepergian Jobs, Tim Cook, yang saat itu baru enam pekan menjabat sebagai CEO Apple, mengirimkan email kepada seluruh karyawan untuk menyampaikan kabar duka. Dalam email tersebut, Cook menyatakan, "Apple telah kehilangan seorang visioner dan jenius kreatif, dan dunia telah kehilangan manusia yang luar biasa." Ia juga mengajak karyawan untuk mengirimkan kenangan mereka tentang Jobs ke alamat email khusus yang disediakan.
Alamat email tersebut kini tertera di laman "Remembering Steve" di situs resmi Apple, di mana siapa pun dapat mengirimkan kenangan mereka. Menurut Apple, lebih dari satu juta orang dari seluruh dunia telah berbagi perasaan dan kenangan tentang Jobs. Kepergian Jobs menimbulkan duka yang mendalam di berbagai belahan dunia. Para penggemar Apple menempatkan bunga, lilin, dan tulisan tangan di depan Apple Store di berbagai kota besar seperti Beijing, London, Los Angeles, dan New York.
Warisan dan Inovasi Steve Jobs
Ucapan perpisahan mulai muncul di Apple Store 14th Street, Manhattan, New York, sejak pukul 5 pagi waktu setempat. Kertas tempel Post-it bertuliskan "iThanks" dan "we will miss you" memenuhi kaca jendela toko. Di Hong Kong, catatan serupa ditempel di layar iPad, sementara di Tokyo, penggemar menyalakan lilin digital di layar iPad mereka. Duka juga meluas di media sosial, dengan tagar "ThankYouSteve" dan "iSad" menjadi trending di Twitter. Di Facebook, banyak pengguna mengunggah logo Apple yang dimodifikasi dengan air mata atau siluet wajah Jobs.
Apple sendiri mengganti halaman depan situsnya dengan foto hitam-putih Jobs yang mengenakan kaus turtleneck khasnya, disertai tulisan "Steve Jobs: 1955-2011". Meskipun tidak menggelar upacara publik, Apple mengadakan perayaan untuk mengenang hidup Jobs bagi karyawannya di kampus Cupertino pada 19 Oktober 2011, di mana Apple Store ditutup selama satu jam agar karyawan dapat menyaksikan siaran langsung acara tersebut. Jobs dimakamkan di Alta Mesa Memorial Park, Palo Alto.
Steven Paul Jobs lahir di San Francisco, California, pada 24 Februari 1955, dan diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Ia tumbuh besar di Mountain View dan Los Altos, California, di mana rumah keluarganya menjadi tempat berdirinya Apple Computer. Ayah kandung Jobs adalah Abdulfattah "John" Jandali, seorang imigran asal Suriah, sedangkan ibunya adalah Joanne Carole Schieble, seorang perempuan Katolik keturunan Swiss-Jerman.
Jobs memiliki empat anak, dimulai dari Lisa Brennan-Jobs yang lahir pada 17 Mei 1978. Pada 1991, ia menikahi Laurene Powell dan memiliki tiga anak, yaitu Reed, Erin, dan Eve. Pada tahun 1976, Jobs bersama Steve Wozniak mendirikan Apple dan meluncurkan produk pertama mereka, Apple I. Sejak saat itu, Apple terus berinovasi dengan berbagai produk, termasuk iPhone yang pertama kali diperkenalkan pada Januari 2007.
Produk terakhir yang diperkenalkan Jobs sebelum meninggal adalah iPhone 4S pada 4 Oktober 2011. Meskipun Jobs mundur dari posisi CEO pada 24 Agustus 2011, ia tetap menjabat sebagai ketua dewan direksi hingga kepergiannya. Selama hidupnya, Jobs memegang lebih dari 450 paten dan dianugerahi Presidential Medal of Freedom oleh pemerintah AS pada tahun 2022.
Jobs dikenal dengan penampilannya yang khas, yaitu kaus turtleneck hitam dan sepatu kets New Balance. Ia juga dikenang melalui berbagai kutipan inspirasionalnya, termasuk saat memperkenalkan iPhone, di mana ia menyatakan, "Tidak setiap saat muncul produk revolusioner yang mengubah segalanya." Jobs mengajak orang untuk mencintai apa yang mereka kerjakan dan tidak takut untuk mengambil risiko.
Setelah kepergiannya, Apple merilis produk yang sebelumnya ditolak oleh Jobs, seperti stylus dan tablet kecil. Meskipun Jobs tidak lagi bersama Apple, namanya tetap diingat dan dihormati oleh banyak orang, termasuk Tim Cook yang sering menyebutnya dalam berbagai kesempatan.