Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berupaya untuk memperkuat kapasitas komunitas seni dengan memanfaatkan teknologi dan mengembangkan tata kelola organisasi. Langkah ini diambil dalam rangka mempersiapkan Program Inovasi Seni Nasional (PISN) 2026 yang bertujuan untuk modernisasi pengelolaan sanggar seni.
Tujuan PISN 2026
PISN 2026 dirancang untuk mendorong pengembangan yang lebih inklusif dalam dunia seni, dengan fokus pada kolaborasi antarbudaya dan pemanfaatan teknologi dalam proses kreatif. FSRD ISI Surakarta percaya bahwa modernisasi ini akan membuka peluang baru bagi seniman dan komunitas seni untuk berpartisipasi dalam ekosistem seni yang lebih luas.
Peran Teknologi dalam Seni
Dengan mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan sanggar seni, diharapkan akan ada peningkatan dalam cara seniman berinteraksi dengan audiens dan cara karya seni diproduksi. FSRD ISI Surakarta berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan sumber daya yang diperlukan agar komunitas seni dapat beradaptasi dengan perubahan ini dan memanfaatkan teknologi secara optimal.
Melalui inisiatif ini, FSRD ISI Surakarta berupaya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan kreativitas, sehingga sanggar seni dapat berfungsi sebagai ruang inklusif yang merangkul berbagai budaya dan latar belakang. Dengan demikian, PISN 2026 diharapkan dapat menjadi langkah signifikan dalam memajukan seni dan budaya di Indonesia.