Berlangganan →
Update
--- Partai Amanat Nasional Dukung Gagasan KPK tentang Peraturan Baru --- --- Menteri Sosial Menargetkan Penyelesaian 100 Sekolah Rakyat pada Juli 2026 --- --- Transformasi Shindy Samuel: Dari 171 Kg Menjadi 61 Kg --- Investor Menunda Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak Signifikan --- Wakil Menteri Pertanian Ajak Kepala Desa Tingkatkan Pembangunan Pertanian --- --- Memperkuat Generasi Qur'ani, KB TK Quran Platinum Al Abidin Selenggarakan Haflatul Qur'an --- Fakta Sehat Gula Aren yang Perlu Diketahui Generasi Z --- UI Luncurkan Teknologi XPS untuk Tingkatkan Kapasitas Riset Material --- Kementerian Kelautan dan Perikanan Tegaskan Dua Kapal Ikan di Merauke Tidak Trawl --- El Rumi Tampil Anggun dengan Rompi Bergaya Regency Karya Didiet Maulana --- --- Partai Amanat Nasional Dukung Gagasan KPK tentang Peraturan Baru --- --- Menteri Sosial Menargetkan Penyelesaian 100 Sekolah Rakyat pada Juli 2026 --- --- Transformasi Shindy Samuel: Dari 171 Kg Menjadi 61 Kg --- Investor Menunda Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak Signifikan --- Wakil Menteri Pertanian Ajak Kepala Desa Tingkatkan Pembangunan Pertanian --- --- Memperkuat Generasi Qur'ani, KB TK Quran Platinum Al Abidin Selenggarakan Haflatul Qur'an --- Fakta Sehat Gula Aren yang Perlu Diketahui Generasi Z --- UI Luncurkan Teknologi XPS untuk Tingkatkan Kapasitas Riset Material --- Kementerian Kelautan dan Perikanan Tegaskan Dua Kapal Ikan di Merauke Tidak Trawl --- El Rumi Tampil Anggun dengan Rompi Bergaya Regency Karya Didiet Maulana ---
Ekonomi

OJK Mengungkap Alasan Tingginya Bunga Kredit di Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan bahwa penurunan suku bunga kredit tidak dapat terjadi secara mendadak.

Maya Soraya Larasati 25 April 2026 7 pembaca liputan6.com liputan6.com
OJK Mengungkap Alasan Tingginya Bunga Kredit di Indonesia
liputan6.com

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengungkapkan bahwa tingginya suku bunga kredit di Indonesia disebabkan oleh proses yang tidak instan. Hal ini menjadi perhatian di tengah upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui akses pembiayaan yang lebih terjangkau.


Menurut OJK, penurunan suku bunga kredit memerlukan waktu dan tidak dapat dilakukan secara langsung. Proses ini melibatkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, risiko yang dihadapi lembaga keuangan, serta kebijakan moneter yang diterapkan. OJK menekankan pentingnya stabilitas ekonomi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penurunan suku bunga kredit.


Ke depan, OJK berkomitmen untuk terus memantau dan mendorong kebijakan yang dapat mendukung penurunan suku bunga kredit, sehingga diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pembiayaan. Upaya ini diharapkan akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di Indonesia.


Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait