Manusia memiliki berbagai organ penting yang berfungsi untuk menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup. Namun, tidak semua organ tersebut harus ada agar seseorang dapat bertahan hidup. Dalam situasi tertentu, beberapa organ bisa diangkat melalui prosedur medis, dan tubuh mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Meskipun hidup tanpa organ tertentu memungkinkan, hal ini tidak tanpa konsekuensi, karena individu mungkin perlu menyesuaikan pola makan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Organ yang Masih Dapat Dihapus
Berikut adalah enam organ yang masih memungkinkan manusia untuk hidup meskipun telah diangkat:
1. Usus Buntu
Fungsi usus buntu pada manusia masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Dr. Indraneil Mukherjee, seorang ahli bedah invasif minimal di Rumah Sakit Staten Island Northwell University, menyatakan bahwa pengangkatan usus buntu biasanya tidak berdampak jangka panjang. Pasien umumnya tidak memerlukan obat-obatan dan dapat pulih dengan cepat. "Sebagian besar orang dapat melanjutkan aktivitas normal dalam beberapa hari, tanpa perubahan pola makan atau perilaku fisik," ujarnya.
2. Kantung Empedu
Kantung empedu berfungsi menyimpan empedu yang membantu dalam proses pencernaan lemak. Hati terus memproduksi empedu meskipun kantung empedu telah diangkat. "Setelah diangkat, hati hanya meneteskan empedu langsung ke usus kecil," jelas Mukherjee. Meskipun beberapa orang mungkin mengalami penyesuaian awal dalam pencernaan, tubuh biasanya akan beradaptasi dalam beberapa minggu. Kebanyakan orang dapat menjalani kehidupan normal tanpa organ ini, tanpa memerlukan obat-obatan khusus.
3. Ginjal
Ginjal berfungsi menyaring darah, mengeluarkan limbah, dan menyeimbangkan cairan dalam tubuh. "Kita memiliki dua karena suatu alasan, tetapi satu saja sudah cukup bagi sebagian besar dari kita," kata Mukherjee. Setelah kehilangan satu ginjal, pemeriksaan rutin menjadi penting, tetapi pengobatan seumur hidup biasanya tidak diperlukan. "Satu ginjal biasanya lebih dari cukup untuk menyaring darah Anda dan menjaga kesehatan Anda," tambahnya.
4. Lambung
Lambung berperan dalam menyimpan dan menghancurkan makanan, serta menghasilkan enzim untuk pencernaan. Jika lambung diangkat sebagian atau seluruhnya karena kanker atau operasi penurunan berat badan, makanan akan langsung masuk ke usus kecil, yang mengubah proses pencernaan secara signifikan. Mukherjee menekankan pentingnya mengonsumsi suplemen seumur hidup, terutama vitamin, dan menjaga pola makan untuk membantu penyerapan nutrisi serta mencegah dumping syndrome. "Kehidupan masih bisa dijalani, tetapi membutuhkan kewaspadaan terus-menerus terhadap pola makan dan dukungan medis," katanya.
5. Limpa
Limpa berfungsi menyaring darah dan menghilangkan organisme penyebab infeksi. Pengangkatan limpa, atau splenektomi, mungkin diperlukan dalam beberapa kasus, terutama setelah trauma. Meskipun obat-obatan dapat membantu, orang yang tidak memiliki limpa menjadi lebih rentan terhadap infeksi tertentu. Oleh karena itu, vaksinasi dianjurkan sebelum melakukan splenektomi jika pengangkatan tidak mendesak.
6. Kerongkongan
Kerongkongan adalah tabung berotot yang menghubungkan tenggorokan ke perut dan membawa makanan serta cairan untuk dicerna. Pengangkatan kerongkongan sering kali memerlukan rekonstruksi bedah yang kompleks. "Menelan bisa menjadi tantangan, dan diet sering kali perlu dimodifikasi dengan hati-hati," jelas Mukherjee. Meskipun seseorang masih bisa hidup tanpa kerongkongan, perhatian ekstra terhadap pola makan dan masalah pencernaan menjadi sangat penting. "Untuk sementara, seseorang bahkan mungkin memerlukan selang makan untuk memastikan ia mendapatkan cukup hidrasi dan nutrisi selama proses pemulihan," tambahnya.