🔴 Breaking
Teknologi

Pasar Smartphone Global Tertekan Selama Sembilan Minggu, Hanya Dua Merek yang Mengalami Pertumbuhan

Pasar smartphone di seluruh dunia menunjukkan penurunan selama sembilan minggu berturut-turut, dengan hanya dua merek yang berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan.

Chandra Kirana

Penulis

23 June 2026
14 kali dibaca
Pasar Smartphone Global Tertekan Selama Sembilan Minggu, Hanya Dua Merek yang Mengalami Pertumbuhan
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Pasar smartphone global terus mengalami penurunan pada pekan ke-20 tahun 2026, yang berlangsung dari 10 hingga 16 Mei 2026. Laporan terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa penjualan smartphone secara global menurun sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menandai minggu kesembilan berturut-turut di mana industri smartphone mengalami kelesuan. Menurut Counterpoint, lemahnya permintaan dari konsumen masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar, ditambah dengan kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih dan kenaikan biaya komponen yang membuat konsumen cenderung menunda pembelian perangkat baru.

Performa Vendor yang Berbeda

Meskipun pasar secara keseluruhan mengalami penurunan, kinerja setiap vendor smartphone menunjukkan hasil yang bervariasi. Data dari Counterpoint mencatat bahwa Apple menjadi salah satu merek yang mengalami pertumbuhan signifikan, dengan penjualan iPhone meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Huawei mencatat pertumbuhan lebih tinggi lagi, yakni 23 persen. Kinerja positif Huawei didorong oleh pasar domestik di China yang masih kuat, dukungan dari kebijakan pemerintah, serta stabilitas rantai pasok lokal.

Sujeong Lim, Associate Director di Counterpoint Research, menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki pasokan komponen yang lebih terjamin dapat mempertahankan strategi harga dan promosi secara konsisten. "Apple berada pada posisi yang menguntungkan dalam hal ini," ungkap Lim. Di sisi lain, Samsung menunjukkan kinerja yang relatif stabil, dengan penjualan smartphone Galaxy hanya mengalami penurunan tipis sekitar 1 persen dibandingkan tahun lalu, yang lebih baik dibandingkan banyak vendor Android lainnya yang mengalami penurunan lebih dari dua digit.

Tekanan pada Vendor Tertentu

Berbeda dengan Apple, Huawei, dan Samsung, beberapa vendor asal China menghadapi tantangan yang lebih besar. Penjualan Oppo tercatat turun 10 persen, sedangkan Xiaomi mengalami penurunan sebesar 17 persen, dan Vivo mencatat penurunan paling dalam dengan 19 persen. Counterpoint menilai bahwa vendor-vendor ini lebih rentan terhadap ketidakstabilan pasokan komponen dan kenaikan biaya produksi, yang membatasi kemampuan mereka untuk memberikan promosi atau menjaga harga perangkat tetap kompetitif.

Tarun Pathak, Research Director di Counterpoint, menyoroti bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri smartphone saat ini adalah kenaikan harga chip memori. Permintaan tinggi untuk memori dari sektor kecerdasan buatan dan pusat data membuat pasokan untuk perangkat konsumen semakin ketat. Counterpoint memperkirakan bahwa harga memori akan tetap tinggi hingga akhir tahun 2026.

Untuk mengatasi tekanan ini, banyak vendor smartphone mulai menerapkan berbagai strategi, seperti menaikkan harga perangkat, menyesuaikan jadwal peluncuran produk, dan melakukan optimalisasi biaya produksi. Dalam beberapa kasus, produsen juga mulai mengurangi spesifikasi tertentu pada perangkat baru agar harga jual tetap kompetitif. Counterpoint menilai bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun di mana stabilitas rantai pasok semakin menentukan performa sebuah merek.

Artikel Terkait