Berlangganan →
Update
Kesehatan

Penelitian Ungkap Dampak Tak Terduga Menguap pada Fungsi Otak

Sebuah studi terbaru dari University of New South Wales mengungkap bahwa menguap memiliki efek yang tidak terduga terhadap pergerakan cairan pelindung di otak.

Chandra Kirana 04 May 2026 4 pembaca health.detik.com health.detik.com
Penelitian Ungkap Dampak Tak Terduga Menguap pada Fungsi Otak
Foto ilustrasi: Thinkstock

Jakarta - Menguap yang sering dianggap hanya sebagai tanda kelelahan, ternyata memiliki dampak yang lebih dalam pada otak, khususnya terkait aliran cairan pelindung sistem saraf. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of New South Wales menunjukkan bahwa menguap dapat memengaruhi pergerakan cairan serebrospinal (CSF), yang berfungsi melindungi otak dan sumsum tulang belakang.


Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan teknologi MRI untuk memindai kepala dan leher dari 22 individu sehat saat mereka melakukan berbagai aktivitas, termasuk menguap, menarik napas dalam, menahan menguap, dan bernapas normal. Awalnya, peneliti mengira bahwa menguap dan menarik napas dalam akan memberikan hasil yang serupa. Namun, hasilnya menunjukkan perbedaan yang mencolok.


"Menguap memicu pergerakan CSF ke arah yang berlawanan dibandingkan saat menarik napas dalam-dalam," ungkap ahli saraf Adam Martinac, yang terlibat dalam penelitian tersebut. Temuan ini tidak terlihat pada semua partisipan dan lebih jarang terjadi pada pria, meskipun peneliti mencurigai adanya gangguan dari alat pemindai yang digunakan.


Selain itu, baik menguap maupun menarik napas dalam diketahui dapat meningkatkan aliran darah keluar dari otak, memberikan ruang bagi darah segar untuk masuk. Pada fase awal menguap, aliran darah ke otak bahkan meningkat sekitar sepertiga. Peneliti juga menemukan bahwa setiap individu memiliki pola menguap yang unik, mirip dengan sidik jari.


Martinac menambahkan, "Setiap orang menguap dengan cara yang berbeda, tetapi pola tersebut sangat konsisten untuk masing-masing individu." Meskipun demikian, fungsi pasti dari menguap masih menjadi misteri. Salah satu kemungkinan adalah bahwa menguap membantu 'membersihkan' otak atau berfungsi sebagai mekanisme pendinginan.


Menurut Martinac, "Penyakit neurodegeneratif sering kali terkait dengan akumulasi limbah, dan seiring bertambahnya usia, semakin banyak limbah yang dapat menumpuk." Peneliti menduga bahwa perubahan aliran CSF saat menguap dapat berhubungan dengan proses pembuangan limbah di otak, meskipun hubungan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.


Menariknya, fenomena menguap juga ditemukan pada berbagai spesies dan cenderung bersifat 'menular' antar individu. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Respiratory Physiology & Neurobiology dan dianggap membuka peluang baru untuk memahami fungsi dasar otak dan sistem saraf pusat.


Artikel Terkait