🔴 Breaking
Teknologi

Klarifikasi TikTok Terkait Isu PHK Besar-besaran di Tokopedia

Rumor mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan mempengaruhi 90 persen karyawan Tokopedia beredar luas, namun TikTok menegaskan bahwa perusahaan sedang melakukan penyesuaian organisasi.

Fayra Nugroho

Penulis

03 July 2026
16 kali dibaca
Klarifikasi TikTok Terkait Isu PHK Besar-besaran di Tokopedia
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Belakangan ini, media sosial ramai membicarakan isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang konon akan menimpa 90 persen karyawan Tokopedia. Spekulasi ini muncul seiring dengan berita bahwa TikTok, yang merupakan pemilik Tokopedia, sedang melakukan restrukturisasi besar di Indonesia. Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa 90 persen karyawan Tokopedia akan terdampak.

Walaupun demikian, TikTok Indonesia mengakui bahwa mereka sedang melakukan penyesuaian dalam organisasi. Namun, perusahaan belum mengungkapkan jumlah karyawan atau divisi mana yang akan terpengaruh. "Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," jelas juru bicara TikTok dalam sebuah pesan.

Komitmen Terhadap Investasi di Indonesia

Juru bicara TikTok menambahkan, "Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini." TikTok juga menegaskan bahwa mereka akan terus berinvestasi di Indonesia, terutama untuk pengembangan Tokopedia dan dukungan bagi pelaku usaha lokal. "Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," tutup perwakilan perusahaan.

Rincian Mengenai Divisi yang Terdampak Masih Belum Jelas

Sampai berita ini ditayangkan, TikTok belum memberikan rincian mengenai divisi atau fungsi kerja yang akan terdampak oleh restrukturisasi tersebut. Perusahaan juga belum mengonfirmasi informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah karyawan yang akan terkena PHK. Sebelumnya, beberapa laporan menyebutkan bahwa TikTok sedang melakukan penyesuaian organisasi di Indonesia sebagai bagian dari integrasi bisnis setelah Tokopedia bergabung dengan TikTok Shop.

Integrasi ini resmi dilakukan pada awal 2024 setelah ByteDance, sebagai pemilik mayoritas saham PT Tokopedia, mengakuisisi perusahaan tersebut. Sejak saat itu, TikTok dan Tokopedia telah menjalankan proses integrasi berbagai fungsi bisnis dan operasional. Namun, belum jelas apakah restrukturisasi yang sedang berlangsung berkaitan langsung dengan proses integrasi ini. TikTok juga belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai jumlah posisi yang akan dihapus atau jadwal pelaksanaan restrukturisasi. Saat ini, informasi yang telah dikonfirmasi hanya menyangkut adanya penyesuaian organisasi pada tim R&D, sementara klaim mengenai jumlah karyawan yang terdampak dan divisi tertentu masih belum mendapatkan konfirmasi resmi dari TikTok.

Artikel Terkait