🔴 Breaking
Microsoft Luncurkan Perusahaan AI Baru dengan Investasi Besar Mengapa Banyak Orang Merasa Nyaman di Rumah? --- Kesempatan Berkarir di OLX Indonesia 2026: Dari Magang Hingga Posisi Profesional --- Memahami Gejala dan Penyebab Kanker Serviks pada Stadium Lanjut The Fiji Times Soroti Film Pig Feast: Jangan Biarkan Film Menjadi Vonis, Verifikasi Fakta Tetap yang Utama Wabah Diare Parah di AS: Lebih dari 400 Kasus Teridentifikasi Daftar 95 Lembaga Pinjaman Online Resmi OJK Juli 2026, Periksa Sebelum Mengajukan Pinjaman Mengenal Kaktus Pir Berduri: Superfood yang Sedang Naik Daun di Jepang Tanggapan Bulog Atasi Hama di Karawang Melalui Fumigasi Gudang Beras China Diakui Sebagai Pusat Pelatihan Terkuat di Dunia, Perusahaan Lemah Berisiko Tersisih Microsoft Luncurkan Perusahaan AI Baru dengan Investasi Besar Mengapa Banyak Orang Merasa Nyaman di Rumah? --- Kesempatan Berkarir di OLX Indonesia 2026: Dari Magang Hingga Posisi Profesional --- Memahami Gejala dan Penyebab Kanker Serviks pada Stadium Lanjut The Fiji Times Soroti Film Pig Feast: Jangan Biarkan Film Menjadi Vonis, Verifikasi Fakta Tetap yang Utama Wabah Diare Parah di AS: Lebih dari 400 Kasus Teridentifikasi Daftar 95 Lembaga Pinjaman Online Resmi OJK Juli 2026, Periksa Sebelum Mengajukan Pinjaman Mengenal Kaktus Pir Berduri: Superfood yang Sedang Naik Daun di Jepang Tanggapan Bulog Atasi Hama di Karawang Melalui Fumigasi Gudang Beras China Diakui Sebagai Pusat Pelatihan Terkuat di Dunia, Perusahaan Lemah Berisiko Tersisih
Kesehatan

Pentingnya Memeriksa Kesehatan Testis untuk Mendeteksi Kanker

Dokter spesialis urologi menjelaskan cara mengenali gejala kanker testis dan pentingnya pemeriksaan rutin untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Chandra Kirana

Penulis

29 June 2026
30 kali dibaca
Foto: ilustrasi/thinkstock
Foto: ilustrasi/thinkstock

Jakarta - Dr. Jamin Brahmbhatt, seorang dokter spesialis urologi dan ahli bedah robotik di Orlando Health AS, berbagi pengalaman yang sering ia temui dalam praktiknya. Suatu ketika, seorang pria datang bersama pasangannya setelah merasakan benjolan di testis selama beberapa bulan. Awalnya, pria tersebut mengabaikan gejala tersebut hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan USG, benjolan tersebut ternyata hanya kista jinak, bukan kanker.

“Dia berkata kepada kekasihnya, 'Lihat kan, aku bilang juga tidak apa-apa.' Saya justru mengatakan bahwa dia seharusnya berterima kasih karena hasilnya bisa saja sangat berbeda,” ungkap Dr. Brahmbhatt. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar benjolan di testis bukanlah kanker, tetapi ada juga yang bisa menjadi tanda awal kanker testis sehingga pemeriksaan tidak boleh ditunda.

Pentingnya Pemeriksaan Rutin

Dr. Brahmbhatt mengungkapkan bahwa ia pertama kali memeriksa testisnya sendiri saat menjalani pendidikan kedokteran di bidang urologi. Saat itu, ia menemukan benjolan kecil dan langsung merasa panik. Setelah pemeriksaan, benjolan tersebut ternyata adalah kista jinak yang kemungkinan sudah ada sejak lahir. Pengalaman tersebut menyadarkannya akan pentingnya mengenali kondisi tubuh sendiri.

Ia menyarankan agar pria melakukan pemeriksaan testis secara berkala, misalnya saat mandi. Pemeriksaan tidak perlu dilakukan setiap bulan secara ketat, tetapi harus rutin agar seseorang dapat mengetahui kondisi normal testisnya. “Semakin mengenal kondisi normal tubuh, semakin mudah menyadari jika terjadi perubahan,” jelasnya. Pemeriksaan mandiri ini hanya memerlukan waktu kurang dari dua menit.

Mengetahui Kondisi Normal Testis

Testis memiliki dua fungsi utama, yaitu memproduksi sperma dan menghasilkan hormon testosteron yang penting untuk massa otot, kepadatan tulang, gairah seksual, suasana hati, dan energi tubuh. Dr. Brahmbhatt menjelaskan beberapa kondisi yang masih tergolong normal, antara lain:

  • Salah satu testis, biasanya sebelah kiri, berada sedikit lebih rendah dibandingkan yang lain.
  • Ukuran kedua testis tidak selalu sama.
  • Terdapat struktur lunak menyerupai gulungan kecil di bagian belakang testis yang disebut epididimis, bukan tumor.
  • Muncul kista kecil pada testis atau epididimis yang umumnya bersifat jinak.
  • Pembuluh darah yang membesar di atas testis (varikokel), selama tidak menimbulkan keluhan berat.
  • Posisi testis yang naik turun akibat perubahan suhu, olahraga, atau rangsangan seksual.

Namun, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti munculnya benjolan keras pada testis, terutama jika tidak disertai rasa nyeri. Menurut Dr. Brahmbhatt, kondisi ini merupakan tanda klasik kanker testis. Berdasarkan data dari American Cancer Society, diperkirakan sekitar 9.800 pria di AS akan didiagnosis kanker testis pada tahun 2026, yang paling sering menyerang pria muda, khususnya di usia 20 hingga 30 tahun.

Meskipun demikian, kanker testis termasuk salah satu jenis kanker dengan tingkat kesembuhan yang tinggi jika terdeteksi sejak dini. Peluang bertahan hidup dapat mencapai sekitar 99 persen. Oleh karena itu, siapa pun yang menemukan benjolan keras pada testis disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter, meskipun tidak merasakan keluhan apa pun. Pemeriksaan fisik, USG, dan tes laboratorium dapat membantu membedakan apakah benjolan tersebut merupakan tumor jinak atau kanker.

Dr. Brahmbhatt juga mengingatkan bahwa tidak semua kelainan pada testis berarti kanker. Pembengkakan yang disertai nyeri, kemerahan, rasa hangat, demam, atau nyeri saat buang air kecil bisa menandakan epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis, yang umumnya dapat diobati dengan antibiotik, obat antiinflamasi, dan istirahat. Namun, jika muncul nyeri hebat secara mendadak pada salah satu testis, kondisi tersebut bisa menjadi tanda torsi testis, yang merupakan kegawatdaruratan medis yang harus segera ditangani. “Jika tidak segera diatasi dalam hitungan jam, testis bisa kehilangan suplai darah dan akhirnya tidak dapat diselamatkan,” jelas Dr. Brahmbhatt.

Artikel Terkait