🔴 Breaking
Kesehatan

Pentingnya Serat untuk Mencegah Peradangan Usus Buntu

Kurangnya asupan serat harian dapat berkontribusi pada risiko peradangan usus buntu, menurut penjelasan dari seorang ahli gizi. Memenuhi kebutuhan serat yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehat...

Galang Mahesa

Penulis

15 August 2026
10 kali dibaca
Foto ilustrasi: Getty Images/SewcreamStudio
Foto ilustrasi: Getty Images/SewcreamStudio

Jakarta - Peradangan usus buntu, atau apendisitis, sering kali dihubungkan dengan kebiasaan makan yang terburu-buru atau tidak sengaja menelan biji-bijian. Namun, kurangnya asupan serat harian juga berperan penting dalam memicu masalah kesehatan ini. Spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menyatakan bahwa serat memiliki peran krusial dalam mempercepat proses pencernaan sisa makanan di dalam saluran pencernaan.

Menurut dr. Yaze, jika tubuh kekurangan serat, maka proses pengeluaran sisa makanan akan menjadi lambat dan tertahan lebih lama di dalam usus. "Karena kalau kita kurang serat juga, transitnya (makanan) akan kelamaan di usus. Harusnya bisa cepat langsung dibuang," ujarnya.

Risiko Penyumbatan Usus

Sisa makanan yang tertahan terlalu lama di usus dapat mengeras dan berubah menjadi kotoran padat. Hal ini berpotensi menyebabkan sisa makanan terselip dan menyumbat usus buntu, yang dapat berujung pada infeksi dan peradangan.

Untuk menghindari risiko penyumbatan tersebut, dr. Yaze merekomendasikan agar kebutuhan serat harian dipenuhi antara 25 hingga 30 gram. Jika diubah ke dalam porsi makanan, jumlah tersebut setara dengan kombinasi porsi sayur dan buah yang dikonsumsi secara rutin setiap hari. "Jadi kalau untuk serat, itu kebutuhannya 25 sampai 30 gram per hari. Jadi kalau diibaratkan makanan, itu sama aja kayak 2 porsi buah sehari ditambah sama 3 porsi sayur," jelasnya.

Pembagian Asupan Serat

Meskipun 25 hingga 30 gram adalah target harian, dr. Yaze mengingatkan agar tidak mengonsumsi seluruh takaran serat tersebut dalam satu waktu makan. Mengonsumsi serat dalam jumlah besar sekaligus dapat menyebabkan perut terasa sangat penuh. Ia menyarankan agar masyarakat membagi porsi asupan serat sepanjang hari, baik pada jam makan utama maupun saat camilan.

"Jadi memang harusnya dibagi. Jadi per kali makan itu pasti ada sayurnya. Terus nanti di snack time-nya, snack time pagi sama snack time sore, itu ada buahnya," terang dr. Yaze. "Karena kalau dimakan serat 25 sampai 30 gram, misalnya dalam 1 kali makan, ya sudah kenyang sama serat doang, itu biasanya enggak kemakan pasti. Memang mau enggak mau harus dibagi," tegasnya.

Artikel Terkait