πŸ”΄ Breaking
Ekonomi

Penurunan Harga Emas Antam Hari Ini Sebesar Rp 30.000

Hari ini, harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan sebesar Rp 30.000 per gram, menjadikannya lebih murah dibandingkan hari sebelumnya.

Chandra Kirana

Penulis

19 June 2026
5 kali dibaca
Petugas menunjukkan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas menunjukkan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, Jumat (19/6/2026), kembali mengalami penurunan. Emas Antam hari ini dijual lebih murah sebesar Rp 30.000 per gram, sehingga total penurunan harga dalam dua hari mencapai Rp 60.000.

Berdasarkan informasi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam saat ini berada di angka Rp 2.673.000 per gram. Sebelumnya, pada perdagangan kemarin, harga emas Antam tercatat sebesar Rp 2.703.000 per gram.

Penurunan Harga Buyback yang Signifikan

Harga buyback emas Antam juga mengalami penurunan yang lebih tajam, yakni sebesar Rp 67.000. Saat ini, harga buyback emas Antam ditetapkan sebesar Rp 2.408.000 per gram. Harga buyback merupakan nilai yang ditawarkan kepada pemilik emas jika mereka memutuskan untuk menjual kembali emas tersebut kepada Antam.

Harga emas Antam pernah mencapai rekor tertinggi pada Kamis, 29 Januari 2026, dengan harga Rp 3.168.000 per gram, sedangkan harga buyback pada saat itu berada di level Rp 2.989.000 per gram.

Pengaruh Harga Emas Dunia terhadap Pergerakan Harga

Informasi mengenai harga emas Antam bersumber dari situs resmi Logam Mulia, yang merupakan unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, sehingga data yang disajikan memiliki tingkat akurasi tinggi. Sebelumnya, harga emas dunia mengalami penurunan tipis pada Kamis, 18 Juni 2026, akibat sinyal kebijakan hawkish dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, serta penguatan dolar AS.

Menurut laporan dari CNBC, harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi US$ 4.232,01 per ounce, mencapai level terendah sejak November 2025. Sementara itu, harga emas berjangka AS juga anjlok 3,1% menjadi US$ 4.245,90.

Peter Grant, Vice President dan Senior Metal Strategist di Zaner Metals, menyatakan, β€œHal sangat signifikan adalah kecenderungan hawkish dari the Fed kemarin. Itu membuat dolar AS mencapai level tertinggi baru tahun ini, yang membuat emas tetap berada di bawah tekanan.”

The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada Rabu pekan ini, namun sembilan dari 19 pembuat kebijakan mengindikasikan perlunya kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Dolar AS yang menguat setelah pernyataan kebijakan saat ini berada pada level tertinggi dalam satu tahun, sehingga membuat harga emas batangan yang dinyatakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.

Pasar kini memprediksi peluang kenaikan suku bunga AS mencapai 88% pada bulan Desember, lebih tinggi dibandingkan dengan peluang 61% yang terlihat dalam pernyataan kebijakan sebelumnya. Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya mengalami kesulitan dalam lingkungan suku bunga yang tinggi. Harga emas telah tertekan sejak awal konflik di Timur Tengah, karena peningkatan biaya bahan bakar yang memicu kekhawatiran inflasi.

AS dan Iran juga baru saja merilis teks perjanjian sementara yang ditandatangani oleh presiden untuk mengakhiri perang pada Rabu pekan ini, dengan Presiden AS Donald Trump mengancam akan melanjutkan serangan jika Iran tidak memenuhi komitmennya. Sementara itu, harga minyak mentah Brent merosot ke level terendah sejak 2 Maret, dan harga minyak mentah WTI berada pada level terendah sejak 4 Maret.

Artikel Terkait