🔴 Breaking
Mengapa Tubuh Lelah Namun Susah Tidur? Temukan Penyebabnya Mahasiswa UIN Saizu Mengukir Prestasi di Nusantara Writing Festival 6 --- Suahasil Nazara Lantik 17 Pejabat Baru Kemenkeu, Tekankan Pentingnya Target APBN 2026 --- Indonesia Tegaskan Penegakan Hukum terhadap KKB di PBB, Perlindungan Warga Sipil Jadi Sorotan Keunggulan Hacker dalam Memanfaatkan AI Menjadi Tantangan bagi Keamanan Siber Kepala BPOM Ingatkan Pentingnya Bukti Ilmiah dalam Tren Probiotik untuk Kesehatan Usus dan Kulit Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Stabil, Inflasi Terkendali dan Sektor Manufaktur Berkembang Pentingnya Memeriksa Kesehatan Ayam di Rumah --- Indonesia Perlu Investasi Rp 8.443 Triliun untuk Capai Target Emisi 2035 --- Bahaya Kecanduan Teh Pelangsing dan Saran Ahli Kesehatan Mengapa Tubuh Lelah Namun Susah Tidur? Temukan Penyebabnya Mahasiswa UIN Saizu Mengukir Prestasi di Nusantara Writing Festival 6 --- Suahasil Nazara Lantik 17 Pejabat Baru Kemenkeu, Tekankan Pentingnya Target APBN 2026 --- Indonesia Tegaskan Penegakan Hukum terhadap KKB di PBB, Perlindungan Warga Sipil Jadi Sorotan Keunggulan Hacker dalam Memanfaatkan AI Menjadi Tantangan bagi Keamanan Siber Kepala BPOM Ingatkan Pentingnya Bukti Ilmiah dalam Tren Probiotik untuk Kesehatan Usus dan Kulit Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Stabil, Inflasi Terkendali dan Sektor Manufaktur Berkembang Pentingnya Memeriksa Kesehatan Ayam di Rumah --- Indonesia Perlu Investasi Rp 8.443 Triliun untuk Capai Target Emisi 2035 --- Bahaya Kecanduan Teh Pelangsing dan Saran Ahli Kesehatan
Kesehatan

Perbandingan Manfaat Tidur Siang dan Olahraga Ringan untuk Kesehatan Otak

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa baik tidur siang maupun olahraga ringan dapat membantu meningkatkan kemampuan memori pada individu yang mengalami kurang tidur. Namun, keduanya memiliki mek...

Arjuna Mahendra

Penulis

30 September 2026
10 kali dibaca
Foto: Getty Images/akinbostanci
Foto: Getty Images/akinbostanci

Jakarta - Kurang tidur tidak hanya membuat seseorang merasa lelah, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan otak untuk menyimpan informasi baru. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa berolahraga selama 20 menit dapat membantu menjaga kemampuan memori saat seseorang mengalami kurang tidur. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) dan membandingkan efek antara tidur siang dan olahraga setelah mengalami kurang tidur yang signifikan.

Metodologi Penelitian

Dalam penelitian ini, 54 orang dewasa sehat berusia antara 18 hingga 35 tahun dilibatkan. Mereka diminta untuk tetap terjaga selama 30 jam sebelum dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama melakukan aktivitas bersepeda selama 20 menit dengan intensitas sedang hingga berat, dengan target mencapai sekitar 80 persen dari denyut jantung maksimal. Kelompok kedua diberikan waktu untuk tidur siang selama 90 menit, sedangkan kelompok ketiga hanya duduk di sepeda statis selama 20 menit tanpa berolahraga.

Setelah aktivitas tersebut, semua peserta diperlihatkan 150 gambar, dan aktivitas otak mereka direkam menggunakan electroencephalography (EEG). Tiga hari setelahnya, peserta menjalani tes memori untuk mengenali gambar yang telah dilihat sebelumnya di antara gambar-gambar baru.

Hasil Penelitian

Hasil menunjukkan bahwa kelompok yang berolahraga mampu mengenali 56 persen gambar, sementara kelompok yang tidur siang mencapai 57 persen, dan kelompok kontrol hanya 46 persen. Jika dibandingkan dengan kelompok kontrol, kinerja memori peserta yang berolahraga sekitar 21 persen lebih tinggi, sedangkan mereka yang tidur siang 23 persen lebih tinggi. Peneliti tidak menemukan perbedaan signifikan antara manfaat olahraga dan tidur siang terhadap kemampuan memori dalam kondisi penelitian tersebut.

Walaupun hasil penelitian ini menarik, Dr. Leana Wen, seorang dokter dan profesor klinis di George Washington University, menegaskan bahwa olahraga tidak dapat menggantikan tidur. Ia menjelaskan bahwa tidur dan olahraga membantu otak dengan cara yang berbeda. Tidur siang dapat mengurangi rasa lelah dan tekanan akibat kurang tidur, sedangkan olahraga membantu otak memproses informasi dengan lebih efisien meskipun seseorang masih kurang tidur.

Wen menekankan pentingnya tidur yang cukup bagi kesehatan tubuh, termasuk pengaturan sistem kekebalan dan metabolisme serta mendukung berbagai fungsi otak. Oleh karena itu, meskipun olahraga selama 20 menit dapat memberikan manfaat, tidak ada yang dapat menggantikan tidur secara keseluruhan.

Implikasi Temuan Penelitian

Temuan ini bisa sangat berguna dalam situasi di mana seseorang tidak memiliki kesempatan untuk tidur siang setelah kurang tidur, seperti tenaga kesehatan atau pekerja transportasi. Dalam kondisi tersebut, aktivitas aerobik singkat seperti berjalan cepat, naik tangga, atau bersepeda statis dapat menjadi pilihan sebelum melakukan aktivitas yang memerlukan kemampuan belajar dan memori.

Namun, penting untuk dicatat bahwa hasil penelitian ini tidak menunjukkan bahwa olahraga membuat seseorang aman untuk mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas berbahaya saat mengalami kurang tidur berat. Penelitian ini juga belum membuktikan apakah manfaat yang sama berlaku untuk kemampuan lain seperti perhatian, waktu reaksi, dan pengambilan keputusan.

Studi ini memiliki skala kecil dan hanya melibatkan orang dewasa muda yang sehat, serta peserta mengalami kurang tidur dalam kondisi laboratorium. Oleh karena itu, belum jelas apakah manfaat yang sama akan muncul pada individu dengan kurang tidur kronis, orang lanjut usia, atau mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Wen menekankan bahwa tidur tetap menjadi prioritas utama, dan orang dewasa sebaiknya mendapatkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam. Jika tidur malam tidak memungkinkan, tidur siang bisa membantu, dan jika tidak ada kesempatan untuk tidur siang, olahraga aerobik singkat dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan belajar dan memori.

Kafein juga dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi untuk sementara waktu, tetapi tidak dapat menghilangkan dampak dari kurang tidur. Selain itu, menjaga pola makan yang seimbang dan cukup cairan sangat disarankan, sementara konsumsi alkohol sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu kewaspadaan dan kemampuan pengambilan keputusan.

Artikel Terkait