🔴 Breaking
Ekonomi

Pergerakan Harga Perak Global dan Domestik Hari Ini, 17 Mei 2026

Harga perak mengalami fluktuasi yang signifikan pada 17 Mei 2026, baik di pasar global maupun domestik, di tengah berbagai sentimen pasar yang mempengaruhi investor.

Fayra Nugroho

Penulis

17 May 2026
13 kali dibaca
Pergerakan Harga Perak Global dan Domestik Hari Ini, 17 Mei 2026
(Ilustrasi perak-silver by AI)

Harga perak pada hari ini, 17 Mei 2026, menunjukkan dinamika yang menarik di pasar logam mulia. Fluktuasi harga perak, baik di tingkat global maupun domestik, terlihat tajam dengan kecenderungan penurunan yang menjadi perhatian bagi para investor.

Pergerakan harga yang tidak stabil ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor ekonomi makro dan geopolitik yang terus berkembang. Penurunan harga perak di pasar global juga berdampak pada harga di pasar domestik, termasuk produk dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Hal ini menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi para investor yang tertarik pada komoditas perak.

Harga Spot Perak di Pasar Global

Pada pagi hari 17 Mei 2026, harga spot perak di pasar internasional tercatat sekitar USD 75,9772 per ons, hampir tidak berubah dari USD 75,9795 per ons pada 16 Mei 2026. Meskipun demikian, rentang harga intraday menunjukkan volatilitas yang tinggi, dengan fluktuasi antara USD 75,7247 hingga USD 83,8954 per ons.

Secara internasional, harga perak per troy ounce pada 15 Mei 2026 adalah USD 75,98, dan harga perak per gram mencapai USD 2,44. Pada tanggal yang sama, harga perak turun menjadi USD 75,75 per t. oz, mengalami penurunan sebesar 9,18% dibandingkan hari sebelumnya.

Harga Perak di Pasar Domestik Indonesia

Di pasar domestik, harga retail perak murni batangan pada 17 Mei 2026 diperdagangkan dengan rata-rata mulai dari Rp50.198 hingga Rp127.700 per gram. Harga ini sangat bergantung pada merek, ukuran gramasi, serta biaya sertifikat resmi yang menyertainya.

Estimasi harga untuk berbagai ukuran pada 17 Mei 2026 menunjukkan variasi yang signifikan. Untuk perak 1 gram, harganya berkisar antara Rp50.198 hingga Rp127.700, sementara ukuran 5 gram (mini batangan) dijual seharga Rp459.700. Untuk ukuran 10 gram, harganya berada di antara Rp827.000 hingga Rp848.000, menjadikannya pilihan menarik bagi investor pemula.

Untuk gramasi menengah seperti 100 gram, harga tercatat Rp7.174.400, sedangkan 500 gram (produk resmi PT Antam) mencapai Rp36.250.000. Pilihan investasi besar, 1 kilogram (1000 gram), dihargai antara Rp67.774.000 hingga Rp70.341.000.

Untuk harga buyback atau jual kembali, perak batangan murni (Lotus Archi) tercatat sebesar Rp46.000 per gram pada 17 Mei 2026. Sementara itu, harga terima kembali untuk perhiasan perak bekas berkisar antara Rp42.173 hingga Rp46.455 per gram, tergantung pada kadar kemurnian dan kondisi fisik perhiasan tersebut.

Pergerakan harga perak dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental yang kompleks, termasuk dinamika permintaan dan penawaran di pasar global. Kondisi ekonomi global, nilai tukar Dolar AS, serta kebijakan suku bunga dan kekhawatiran inflasi di AS juga berperan penting.

Ketidakpastian geopolitik, seperti konflik di Timur Tengah dan perang Iran yang berkepanjangan, dapat mendorong investor untuk mencari aset safe haven seperti perak. Selain itu, imbal hasil obligasi AS yang tinggi dan pengambilan keuntungan oleh investor setelah periode pertumbuhan pesat juga dapat menekan harga perak. Perkembangan teknologi, seperti penggunaan perak dalam panel surya, kendaraan listrik, dan teknologi 5G, menjadi pendorong permintaan industri yang kuat.

Meskipun terjadi fluktuasi jangka pendek, banyak ahli percaya bahwa perak masih memiliki potensi untuk pulih dalam jangka menengah. HSBC telah menaikkan proyeksi harga perak, memperkirakan rata-rata USD 75 per troy ounce. Namun, UBS menurunkan perkiraan harga perak menjadi USD 85 per ons pada akhir kuartal kedua tahun 2026, dari perkiraan sebelumnya yang mencapai USD 100 per ons. Trading Economics memperkirakan harga perak akan diperdagangkan pada USD 82,61 per t. oz pada akhir kuartal ini, dan USD 97,34 dalam 12 bulan mendatang.

Secara historis, harga perak saat ini masih 134,70% lebih tinggi dibandingkan setahun lalu, meskipun dalam sebulan terakhir (hingga 15 Mei 2026) telah mengalami penurunan sebesar 3,39%. Perak mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 121,64 pada Januari 2026. Prospek jangka menengah tetap positif berkat permintaan industri global yang kuat, khususnya di sektor energi terbarukan, elektronik, dan penyimpanan baterai.

Artikel Terkait