🔴 Breaking
Kesehatan

Tragedi Pangeran Arab: Meninggal Dunia Akibat Henti Jantung Setelah Berjuang Melawan Kecanduan

Seorang pangeran asal Arab Saudi, Abdullah bin Fahad, ditemukan meninggal dunia di London akibat henti jantung setelah mengonsumsi alkohol dan narkoba secara berlebihan. Sebelum itu, ia telah berusaha...

Sekar Wangi

Penulis

29 July 2026
5 kali dibaca
Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud. (Foto: Saudi Olympic Committee)
Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud. (Foto: Saudi Olympic Committee)

Seorang pangeran berusia 29 tahun dari Arab Saudi, Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud, mengalami nasib yang tragis. Ia ditemukan meninggal di kamar Hotel Marriott Kensington, London, Inggris, pada 25 November 2025, akibat henti jantung yang disebabkan oleh overdosis campuran alkohol dan narkoba.

Sebelum kepergiannya, Pangeran Abdullah berjuang melawan ketergantungan terhadap zat berbahaya. Ia pernah menjalani perawatan di fasilitas rehabilitasi untuk detoksifikasi guna mengatasi kecanduan alkohol dan obat resep yang telah mengganggu hidupnya. Pada Agustus 2025, pangeran ini dirawat di Klinik Priory di Roehampton, di mana ia menunjukkan kemajuan yang baik dalam proses pemulihan.

Perjuangan Melawan Kecanduan

Menurut konsultan psikiater Dr. Victoria Chamorro, Pangeran Abdullah berhasil menyelesaikan program detoksifikasi tanpa komplikasi. "Beliau menunjukkan respons positif selama intervensi dan menyelesaikan program detoksifikasi. Ketika meninggalkan klinik, tim medis tidak melihat adanya indikasi atau risiko bunuh diri," jelas Dr. Victoria dalam persidangan.

Setelah menjalani perawatan di Roehampton, Pangeran Abdullah melanjutkan proses pemulihan di Klinik Rainford Hall di Merseyside hingga Oktober 2025, di mana ia dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.

Kematian Tragis di London

Namun, perjuangan tersebut berakhir tragis ketika ia melakukan perjalanan ke London pada 19 November 2025 untuk kunjungan singkat. Seorang petugas kebersihan hotel menemukan Pangeran Abdullah sudah tidak bernyawa di kamar mandi dengan pakaian lengkap. Hasil otopsi dan toksikologi menunjukkan kadar alkohol dalam darahnya mencapai 222 mg per 100 ml, yang hampir tiga kali lipat dari batas aman untuk mengemudi di Inggris, berpotensi menyebabkan koma.

Selain alkohol, tim medis juga menemukan berbagai zat berbahaya lainnya dalam tubuhnya, termasuk Gamma-hydroxybutyrate (GHB), Xanax, dan jejak ganja. Kombinasi berbahaya antara alkohol, GHB, dan obat penenang inilah yang menyebabkan henti jantung mendadak dan merenggut nyawanya.

Asisten Koroner Jean Harkin menyatakan bahwa kematian Pangeran Abdullah merupakan kecelakaan akibat keracunan gabungan berbagai jenis obat. Tidak ada indikasi bunuh diri, surat wasiat, atau keterlibatan pihak lain di lokasi kejadian. Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh pihak Istana Kerajaan Saudi, dan prosesi salat jenazah dilaksanakan di Masjid VIP Imam Turki bin Abdullah, Riyadh.

Penyalahgunaan obat penenang yang dicampur dengan alkohol dan zat ilegal sangat berbahaya bagi sistem saraf pusat dan jantung, karena dapat menekan pernapasan dan memicu henti jantung secara mendadak.

Artikel Terkait