🔴 Breaking
Penurunan Harga Emas Antam pada 19 Agustus 2026 Sebesar Rp 50.000, Berikut Rinciannya Gempa M 7,7 di NTT, Dua Rumah Sakit Lapangan Dikerahkan untuk Penanganan Kesehatan Kesempatan Berkarir di Unilever Indonesia, Simak Syarat dan Proses Pendaftarannya Studi Mengungkap Pekerja Bergaji Rendah Memiliki Risiko Kematian yang Lebih Tinggi Pembentukan Tim Khusus untuk Memfasilitasi PT Timah dalam Pembelian Produksi Lokal Olahraga Rutin: Mitos atau Fakta dalam Mencegah Aritmia Jantung? Miliarder Termuda Eropa: James Dacombe, Gen Z yang Membangun Kekayaan Sendiri Dampak Minum Kopi Harian Terhadap Kesehatan Ginjal Dorongan untuk GenZu 2026: Membangun Impian dan Berorganisasi di UIN Saizu --- Pemecatan Kepala Ekonom Bank VEB Terkait Kritik Terhadap Perang Ukraina --- Penurunan Harga Emas Antam pada 19 Agustus 2026 Sebesar Rp 50.000, Berikut Rinciannya Gempa M 7,7 di NTT, Dua Rumah Sakit Lapangan Dikerahkan untuk Penanganan Kesehatan Kesempatan Berkarir di Unilever Indonesia, Simak Syarat dan Proses Pendaftarannya Studi Mengungkap Pekerja Bergaji Rendah Memiliki Risiko Kematian yang Lebih Tinggi Pembentukan Tim Khusus untuk Memfasilitasi PT Timah dalam Pembelian Produksi Lokal Olahraga Rutin: Mitos atau Fakta dalam Mencegah Aritmia Jantung? Miliarder Termuda Eropa: James Dacombe, Gen Z yang Membangun Kekayaan Sendiri Dampak Minum Kopi Harian Terhadap Kesehatan Ginjal Dorongan untuk GenZu 2026: Membangun Impian dan Berorganisasi di UIN Saizu --- Pemecatan Kepala Ekonom Bank VEB Terkait Kritik Terhadap Perang Ukraina ---
Kesehatan

Perubahan Perilaku Sebagai Gejala Awal Tumor Otak yang Perlu Diwaspadai

Banyak orang beranggapan bahwa sakit kepala hebat adalah tanda pertama tumor otak, namun gejala awal yang muncul bisa berupa perubahan perilaku dan suasana hati. Penting untuk mengenali tanda-tanda in...

Arjuna Mahendra

Penulis

01 July 2026
94 kali dibaca
Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/Ekaterina Chizhevskaya)
Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/Ekaterina Chizhevskaya)

Jakarta - Sering kali, orang berasumsi bahwa sakit kepala yang parah adalah gejala awal dari tumor otak. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya akurat. Pada beberapa jenis tumor, terutama yang memengaruhi lobus frontal, gejala pertama yang muncul bisa berupa perubahan kecil dalam perilaku, suasana hati, dan kemampuan mengendalikan emosi. Perubahan ini dapat terlihat beberapa bulan sebelum gejala neurologis yang lebih jelas muncul.

Mengapa Tumor Otak Dapat Mengubah Kepribadian?

Lobus frontal memiliki peran penting dalam mengatur aspek kepribadian seseorang. Jika terdapat tumor di area ini, kondisi tersebut tidak selalu menimbulkan rasa sakit secara langsung. Namun, tumor dapat secara perlahan mengganggu jaringan yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berinteraksi dengan orang lain. "Lobus frontal, yang terletak di belakang dahi, memainkan peran utama dalam kepribadian, penilaian, pengendalian emosi, motivasi, perilaku sosial, dan pengambilan keputusan. Pada dasarnya, ini adalah pusat eksekutif otak," jelas seorang ahli di bidangnya.

Berbeda dengan stroke yang gejalanya muncul secara tiba-tiba, tumor di lobus frontal biasanya berkembang secara perlahan. Hal ini menyebabkan perubahan perilaku dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan tanpa disadari sebagai masalah serius pada otak. Seseorang mungkin menjadi lebih suka berdebat, kehilangan kontrol sosial, atau mengucapkan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah mereka katakan. Selain itu, pengidap tumor ini bisa mengalami datar secara emosional, menarik diri, atau menjadi acuh tak acuh terhadap orang lain dan aktivitas yang sebelumnya mereka cintai.

Tanda-Tanda Kecil yang Sering Kali Tidak Disadari

Tidak semua gejala muncul dengan cara yang mencolok. Terkadang, tanda-tanda peringatan tampak sederhana. Menurut seorang ahli, penurunan daya ingat, terutama ingatan jangka pendek, bisa mulai terjadi. Anggota keluarga sering kali salah mengira ini sebagai stres, kelelahan, atau penuaan. "Pada beberapa pasien, motivasi menurun begitu signifikan sehingga mereka digambarkan sebagai orang yang malas atau tidak tertarik. Padahal, masalahnya mungkin sama sekali bukan psikologis. Tumor mungkin memengaruhi area otak yang terlibat dalam inisiatif dan dorongan emosional," tambahnya.

Namun, perubahan kepribadian tidak selalu menunjukkan adanya tumor otak. Banyak kasus yang berkaitan dengan faktor lain, seperti stres, kurang tidur, perubahan hormon, depresi, kecemasan, efek obat, atau penyakit yang lebih umum. "Penting untuk menyatakan dengan jelas bahwa sebagian besar perubahan perilaku atau emosional tidak disebabkan oleh tumor otak," ungkapnya.

Meski demikian, ada tanda-tanda peringatan yang sebaiknya tidak diabaikan. Pengamatan ini sangat penting karena otak mengatur lebih dari sekadar gerakan dan sensasi. Kewaspadaan diperlukan jika perubahan perilaku terjadi tanpa penyebab yang jelas, berlangsung terus-menerus, atau disertai gejala lain seperti sakit kepala yang semakin parah, kejang, gangguan penglihatan, muntah, penurunan daya ingat, atau gangguan keseimbangan. Deteksi dini dapat membantu mengetahui penyebab keluhan lebih cepat, sehingga penanganan yang tepat dapat segera diberikan jika memang terdapat gangguan pada otak.

Artikel Terkait