Puluhan Ribu Sopir di Filipina Melakukan Mogok Dua Hari Tuntut Penurunan Harga BBM
Puluhan ribu pengemudi di Filipina telah menggelar aksi mogok selama dua hari, mulai dari tanggal 1 hingga 2 Maret 2023. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap tingginya harga bahan bakar yang telah berdampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari mereka. Sopir angkutan umum dan pribadi dari berbagai wilayah di negara ini terlibat dalam aksi tersebut, meminta Presiden Ferdinand Marcos Jr untuk mengambil langkah nyata dalam mengontrol harga bahan bakar.
Menurut informasi yang diperoleh, aksi mogok tersebut diikuti oleh ribuan sopir jeepney—kendaraan umum khas Filipina—serta sopir taksi dan kendaraan transportasi online. Mereka menuntut pengurangan harga bahan bakar yang dianggap telah mencapai tingkat yang tidak terjangkau. Sebelumnya, harga BBM mengalami lonjakan yang cukup besar, yang secara langsung mempengaruhi penghasilan mereka.
Salah satu sopir jeepney, Jose Velasco, menjelaskan, "Kami sudah berjuang cukup lama menghadapi kenaikan harga bahan bakar ini. Untuk itu, kami meminta pemerintah, terutama Presiden Marcos, untuk melakukan sesuatu sebelum kami benar-benar tidak bisa lagi bertahan." Tuntutan ini mencerminkan keresahan yang melanda banyak pengemudi lainnya yang merasakan dampak langsung dari kebijakan harga BBM yang tidak stabil.
Pemerintah telah mengisyaratkan bahwa mereka memahami situasi yang dihadapi para pengemudi, namun belum ada langkah konkret yang diambil untuk menanggulangi masalah ini. Protes yang melibatkan ribuan peserta ini telah menyebabkan gangguan signifikan terhadap layanan transportasi di berbagai kota besar, termasuk Manila. Hal ini juga berpotensi memicu protes yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.
Perwakilan dari Asosiasi Pengemudi Nasional, Maria Santos, menyatakan, "Kami menginginkan dialog terbuka dengan pemerintah untuk membahas solusi yang dapat membantu kami. Kami tidak ingin terus melakukan mogok, tetapi keadaan saat ini membuat kami tidak punya pilihan lain." Melalui pernyataan ini, jelas bahwa para pengemudi berharap adanya kejelasan dan tindakan dari pihak berwenang dalam waktu dekat.
Ke depan, aksi mogok ini berpotensi untuk berlanjut jika pemerintah tidak segera memberikan respon yang diharapkan. Masyarakat luas juga diharapkan untuk memberikan dukungan kepada upaya para pengemudi dalam memperjuangkan hak mereka. Aksi ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap kebijakan harga bahan bakar dan peran pemerintah dalam melindungi kepentingan rakyat, terutama dalam sektor transportasi.
Penulis
Galang Mahesa
Penulis di Poros Berita