🔴 Breaking
Kenaikan Harga Singkong di Lampung Mencapai Rp3.050 per Kg, Petani Berterima Kasih kepada Pemerintah Elon Musk Investasi Besar di Perusahaan yang Produksi Film Dokumenter Tentang Dirinya Lonjakan Harga Avtur Picu Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Bandara Baru di Australia Resmi Beroperasi, Pertama dalam Lima Dekade Mayapada Hospital Tangerang Lanjutkan Pembangunan Gedung Keempat, Ditargetkan Beroperasi pada 2027 Laporan UNDP 2026: 617 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Multidimensi Peluang Besar Industri Animasi untuk Menyerap Tenaga Kerja di Era AI Festival Nglinting Tembakau Dorong Ekonomi Lokal Temanggung Turnamen Voli Piala Gubernur Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM di Banten Gerindra Menyelidiki Isu Pertemuan Tokoh Oposisi dengan Dubes Singapura Kenaikan Harga Singkong di Lampung Mencapai Rp3.050 per Kg, Petani Berterima Kasih kepada Pemerintah Elon Musk Investasi Besar di Perusahaan yang Produksi Film Dokumenter Tentang Dirinya Lonjakan Harga Avtur Picu Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Bandara Baru di Australia Resmi Beroperasi, Pertama dalam Lima Dekade Mayapada Hospital Tangerang Lanjutkan Pembangunan Gedung Keempat, Ditargetkan Beroperasi pada 2027 Laporan UNDP 2026: 617 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Multidimensi Peluang Besar Industri Animasi untuk Menyerap Tenaga Kerja di Era AI Festival Nglinting Tembakau Dorong Ekonomi Lokal Temanggung Turnamen Voli Piala Gubernur Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM di Banten Gerindra Menyelidiki Isu Pertemuan Tokoh Oposisi dengan Dubes Singapura
Politik

Relevansi Semangat Konferensi Asia Afrika di Era Modern

Pakar Hubungan Internasional, Emir Chairullah, menilai bahwa semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) masih memiliki relevansi yang kuat hingga saat ini.

Chandra Kirana

Penulis

18 April 2026
143 kali dibaca
Relevansi Semangat Konferensi Asia Afrika di Era Modern
Sumber gambar: antaranews.com

Pakar Hubungan Internasional Emir Chairullah menyatakan bahwa semangat yang diusung oleh Konferensi Asia Afrika (KAA) tetap relevan hingga saat ini. KAA, yang diadakan pada tahun 1955, merupakan momen penting dalam sejarah hubungan antarnegara di kawasan Asia dan Afrika.

Menurut Chairullah, relevansi KAA terlihat dari upaya negara-negara anggota untuk memperkuat solidaritas dan kerjasama dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang. Dalam konteks saat ini, isu-isu seperti perubahan iklim, ketidakadilan ekonomi, dan konflik regional menjadi fokus utama yang perlu ditangani bersama.

Chairullah menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara untuk mencapai tujuan bersama, serta mengingatkan bahwa semangat KAA harus terus dihidupkan agar dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan negara-negara di Asia dan Afrika.

Ke depan, diharapkan bahwa semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam KAA dapat terus menjadi pedoman bagi negara-negara dalam menjalin hubungan internasional yang lebih baik.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait