🔴 Breaking
Kesehatan

Remaja 17 Tahun Kehilangan Penglihatan Akibat Kebiasaan Makan Junk Food

Seorang remaja di Inggris mengalami kehilangan penglihatan permanen pada usia 17 tahun akibat pola makan yang tidak sehat, terutama junk food. Kasus ini mengungkapkan dampak serius dari kekurangan nut...

Maya Soraya Larasati

Penulis

16 July 2026
16 kali dibaca
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/urfinguss)
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/urfinguss)

Seorang remaja berusia 17 tahun di Inggris mengalami kehilangan penglihatan secara permanen, yang disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food sejak ia masih di sekolah dasar. Kasus ini dimulai ketika ia berusia 14 tahun, di mana remaja tersebut dikenal sangat selektif dalam memilih makanan, hanya mengonsumsi kentang goreng, roti putih, keripik kentang, sosis, dan ham olahan setiap hari.

Ketika ia mulai mengeluhkan rasa lelah, dokter mendiagnosisnya dengan anemia ringan dan kekurangan parah vitamin B12. Nutrisi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan sel darah merah dan sistem saraf. Meskipun dokter telah meresepkan suntikan vitamin B12, remaja tersebut secara diam-diam menghentikan pengobatannya. Pada usia 15 tahun, kondisi penglihatannya mulai memburuk.

Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kelainan fisik pada mata. Namun, saat ia berusia 17 tahun, ia dirujuk ke dokter spesialis mata yang menangani masalah saraf visual. Pada pemeriksaan tersebut, kemampuan melihat detail objek remaja ini tercatat pada angka 20/200 di kedua matanya, yang sudah termasuk dalam kategori kebutaan secara hukum.

Dampak Kekurangan Nutrisi pada Kesehatan Mata

Setelah melakukan tes darah yang mendalam, dokter menemukan bahwa sel darah merah remaja tersebut membesar, sementara kadar tembaga dan vitamin D dalam tubuhnya sangat rendah. Pola makan yang tidak seimbang ini menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai neuropati optik nutrisi, yaitu jenis kehilangan penglihatan yang jarang terjadi dan sering disebabkan oleh defisit berat vitamin B12 serta vitamin B lainnya. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang minim nutrisi dapat menyebabkan atrofi saraf optik, yang bertugas mengirimkan informasi visual dari mata ke otak.

Menurut peneliti, "Kekurangan asupan vitamin B dan tembaga dalam jangka panjang ini membuat saraf optik, yaitu kabel saraf yang bertugas mengirimkan informasi visual dari mata ke otak, mengalami penyusutan dan mati total." Meskipun dokter telah meresepkan suplemen dosis tinggi dan merujuknya ke layanan kesehatan mental untuk mengatasi gangguan makannya, kerusakan saraf tersebut sudah terlanjur parah. Penglihatannya tidak memburuk lebih jauh setelah diobati, tetapi tidak ada perbaikan yang terjadi.

Pentingnya Nutrisi yang Seimbang

Kekurangan vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6 (piridoksin), B9 (folat), B12 (kobalamin), serta zat besi, kalsium, magnesium, dan tembaga semuanya diketahui dapat menyebabkan neuropati optik. Kondisi ini sering kali salah didiagnosis sebagai gangguan lain jika dokter tidak memiliki riwayat diet pasien. Jika kondisi ini terdeteksi lebih awal, mungkin dapat dibalik. Namun, jika tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf optik dan kebutaan.

Artikel Terkait