🔴 Breaking
Kesehatan

Stres Mental Dapat Meningkatkan Kadar Kolesterol

Ternyata, stres tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh. Memahami hubungan ini penting untuk mencegah risiko kesehatan yang...

Sabina Almira

Penulis

28 June 2026
17 kali dibaca
Stres juga bisa jadi pemicu kolesterol tinggi. Foto: Getty Images/iStockphoto/SunnyVMD
Stres juga bisa jadi pemicu kolesterol tinggi. Foto: Getty Images/iStockphoto/SunnyVMD

Jakarta - Kadar kolesterol yang tinggi sering kali diasosiasikan dengan konsumsi makanan tidak sehat, seperti gorengan yang kaya lemak jenuh dan trans. Namun, stres juga menjadi faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kolesterol. Memahami keterkaitan antara stres dan kolesterol sangat penting untuk mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Pengaruh Stres terhadap Kadar Kolesterol

Stres berkepanjangan dapat berkontribusi pada peningkatan risiko kolesterol tinggi dan bahkan penyakit jantung. Saat mengalami tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol, yang dapat meningkatkan detak jantung dan membantu individu menghadapi masalah. Namun, stres yang berkepanjangan dapat memberikan dampak negatif pada jantung dan bagian tubuh lainnya. Kadar kortisol yang tinggi akibat stres kronis dapat menyebabkan kolesterol meningkat, yang pada gilirannya meningkatkan risiko penyakit jantung lainnya. Seiring waktu, kelebihan kolesterol jahat (LDL) dapat menumpuk di arteri dan menyebabkan penyumbatan, sementara stres juga dapat memicu peradangan yang menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).

“Kortisol dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan menyebabkan peningkatan kadar gula darah, yang dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah,” jelas seorang spesialis jantung dan pembuluh darah.

Kebiasaan Tidak Sehat Akibat Stres

Salah satu cara stres mempengaruhi kadar kolesterol adalah melalui kebiasaan buruk yang muncul saat seseorang menghadapinya. Ketika stres, banyak orang cenderung mengonsumsi makanan tidak sehat, merokok, atau mengonsumsi alkohol secara berlebihan, serta mengurangi aktivitas fisik. Semua kebiasaan ini berkontribusi pada peningkatan risiko kolesterol tinggi.

Penelitian Mengenai Stres dan Kolesterol

Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara stres dan peningkatan kadar kolesterol. Sebuah studi besar yang melibatkan lebih dari 91.000 orang dewasa dari berbagai profesi menemukan bahwa stres terkait pekerjaan berhubungan dengan kadar kolesterol LDL yang tinggi dan HDL yang rendah. Mereka yang memiliki tingkat stres kerja yang tinggi juga lebih cenderung menggunakan obat penurun kolesterol.

Studi lain yang dilakukan pada petugas penegak hukum di Iowa menunjukkan bahwa petugas wanita mengalami tingkat stres dan kolesterol tinggi lebih banyak dibandingkan rekan pria mereka. Selain itu, petugas wanita juga cenderung mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Penelitian yang melibatkan 439 pengemudi bus, truk, dan taksi menunjukkan bahwa mereka yang mengalami stres terkait pekerjaan cenderung memiliki kadar LDL dan trigliserida yang tinggi, serta tekanan darah tinggi.

Strategi Mengelola Stres

Untuk mengatasi stres, penting untuk menghindari kebiasaan makan berlebihan, mengonsumsi makanan cepat saji, atau minum alkohol secara berlebihan. Mengubah gaya hidup dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi juga dapat membantu mengelola stres serta menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres antara lain:

  • Jalin komunikasi: Berbicara dengan teman, keluarga, atau rekan kerja dapat membantu meredakan stres.
  • Membuat catatan: Menulis jurnal atau blog dapat menjadi cara efektif untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan.
  • Mendengarkan musik: Musik dengan tempo lambat dapat memberikan efek menenangkan, sedangkan musik cepat dapat meningkatkan semangat.
  • Berolahraga: Aktivitas fisik secara teratur dapat merangsang pelepasan endorfin, zat kimia alami yang membantu meredakan stres.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Jika mengalami stres yang berkepanjangan, sulit tidur, atau mengalami gejala fisik seperti sakit kepala terus-menerus, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. Merasa kewalahan selama berhari-hari atau berminggu-minggu bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan mental yang lebih serius.

Artikel Terkait