🔴 Breaking
Kesehatan

Tanggapan Wamenkes Terkait Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, memberikan penjelasan mengenai keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh.

Chandra Kirana

Penulis

04 September 2026
7 kali dibaca
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth)
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth)

Jakarta - Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan, menanggapi insiden keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ini mencuat. Saat ini, kementeriannya sedang melakukan evaluasi dan pengkajian untuk mengidentifikasi masalah yang ada.

Dante menjelaskan bahwa hasil evaluasi dari Kementerian Kesehatan akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). "Itu bukan masalah yang gampang. Kita mesti evaluasi, tapi kalau misalnya memang ada indikator yang menunjukkan bahwa ini ada kesalahan SPPG-nya (standar operasional) pasti akan kita masukkan kepada BGN," ujarnya saat ditemui oleh media di Jakarta Barat pada Jumat (4/9/2026).

Fokus pada Penanganan Pasien Keracunan

Kondisi klinis para pasien yang mengalami keracunan akan menjadi salah satu fokus evaluasi Kementerian Kesehatan. Dante menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah memberikan bantuan kepada mereka yang terkena dampak keracunan. "Yang paling penting adalah menolong dulu. Ditolong dulu yang mengalami keracunan ini. Nanti, investigasinya dilakukan bersama oleh Kementerian Kesehatan dan BGN. Secepatnya kita akan lakukan," tambahnya.

Status Kejadian Luar Biasa (KLB)

Mengenai kemungkinan penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB), Dante menyatakan bahwa hal tersebut sulit dilakukan. Ia menegaskan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan untuk memastikan bahwa program MBG berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. "Kalau KLB nggak mungkin. Kalau KLB itu mesti harus populasi umum. Tapi kalau ini kejadian khusus yang harus dievaluasi, itu saya setuju. Jadi jangan jadikan ini KLB. Kalau kejadian luar biasa itu menyangkut semua populasi," jelasnya. "Ini kan populasi hanya sebagian yang diberikan makanan tambahan," tutupnya.

Artikel Terkait