Perusahaan perangkat lunak kreatif, Adobe, mengumumkan secara resmi pengangkatan Anil Chakravarthy sebagai Chief Executive Officer (CEO) yang baru pada Kamis, 3 September 2026, waktu setempat di Amerika Serikat. Anil Chakravarthy menggantikan Shantanu Narayen, yang telah memimpin Adobe selama lebih dari 18 tahun. Chakravarthy dijadwalkan mulai menjalankan tugasnya pada 1 Desember 2026.
Shantanu Narayen mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri dari posisi CEO pada Maret 2026. Setelah masa jabatannya berakhir, Narayen akan beralih menjadi Executive Chair di jajaran direksi dan akan tetap bekerja sama dengan Anil untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan dengan baik. Anil Chakravarthy bukanlah wajah baru di Adobe, karena sebelumnya ia menjabat sebagai President Customer Experience Orchestration Business dan Worldwide Field Operations sejak tahun 2020.
Peran Anil Chakravarthy di Adobe
Dalam posisinya yang sebelumnya, Anil bertanggung jawab dalam mengembangkan bisnis yang membantu perusahaan dalam mengelola pengalaman pelanggan menggunakan data, konten, dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Di bawah kepemimpinannya, Adobe telah meluncurkan berbagai produk berbasis AI, termasuk Adobe CX Enterprise, GenStudio, dan Brand Visibility. Anil juga berkontribusi dalam pengembangan Adobe Experience Platform serta produk seperti CX Enterprise Coworker yang memanfaatkan teknologi AI. Ia juga terlibat dalam akuisisi dan integrasi Workfront dan Semrush ke dalam Adobe, yang menunjukkan rekam jejaknya yang relevan untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perkembangan AI di industri perangkat lunak kreatif.
Fokus pada Era Software Mandiri
Dalam blog resmi Adobe, Anil menekankan pentingnya AI sebagai salah satu fokus utama selama kepemimpinannya. "Saya ingin mendorong pertumbuhan Adobe sekaligus mempertahankan kepemimpinan perusahaan dalam era baru agentic software untuk kreativitas, produktivitas, dan customer experience," ungkap Anil dalam pernyataannya. Istilah agentic software merujuk pada perangkat lunak yang dapat melakukan tugas secara lebih mandiri dengan memanfaatkan AI, bukan hanya sekadar merespons perintah pengguna.
Shantanu Narayen juga menyebut Anil sebagai sosok yang tepat untuk memimpin pertumbuhan Adobe di era yang semakin dipengaruhi oleh AI. "Anil adalah pemimpin transformasional berpengalaman, dengan pengetahuan mendalam mengenai bisnis kami," kata Narayen. Ia menambahkan bahwa Anil memiliki rekam jejak dalam menciptakan dan menghadirkan produk yang membentuk kategori baru di industri kreatif, yang menjadi "taman bermain" bagi Adobe.
Shantanu Narayen telah memimpin Adobe sejak akhir 2007 dan berhasil melakukan transformasi besar, termasuk mengubah model bisnis dari penjualan lisensi menjadi sistem berlangganan. Selama hampir 18 tahun di bawah kepemimpinannya, pendapatan tahunan Adobe meningkat dari sekitar 4 miliar dolar AS menjadi 24 miliar dolar AS, serta jumlah karyawan yang bertambah dari sekitar 7.000 menjadi lebih dari 30.000 orang. Kini, Anil Chakravarthy diharapkan dapat mempertahankan bisnis Adobe dan memastikan perusahaan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi akibat AI generatif dan agentic AI.