🔴 Breaking
Tragedi Keluarga: Ibu Bunuh Tiga Anaknya Diduga Akibat Postpartum Psychosis Perjuangan Menuju Gelar Terbaik: Kisah Wisudawan UIN Saizu dengan IPK 3,92 Gangguan Operasional di Stasiun Jakarta Kota, KRL INKA Terhambat Ahli Waris Debitur Kecewa, Truk Disebut Dilelang Adira Finance di Tengah Proses Negosiasi Pelunasan Nvidia Resmi Akuisisi Platform AI Hugging Face dengan Nilai Fantastis Sejarah Pemisahan Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Kedokteran di Indonesia Pertamina Menyatakan Pembelian BBM di Sumatera Selatan Tidak Memerlukan STNK Komitmen Wellous Indonesia dalam Pengembangan Digital Marketing Melalui SVO --- Zulkifli Hasan Desak Penyelidikan Kasus Diduga Keracunan 500 Santri --- Penghargaan untuk Inisiatif Lingkungan Wellous Indonesia Tragedi Keluarga: Ibu Bunuh Tiga Anaknya Diduga Akibat Postpartum Psychosis Perjuangan Menuju Gelar Terbaik: Kisah Wisudawan UIN Saizu dengan IPK 3,92 Gangguan Operasional di Stasiun Jakarta Kota, KRL INKA Terhambat Ahli Waris Debitur Kecewa, Truk Disebut Dilelang Adira Finance di Tengah Proses Negosiasi Pelunasan Nvidia Resmi Akuisisi Platform AI Hugging Face dengan Nilai Fantastis Sejarah Pemisahan Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Kedokteran di Indonesia Pertamina Menyatakan Pembelian BBM di Sumatera Selatan Tidak Memerlukan STNK Komitmen Wellous Indonesia dalam Pengembangan Digital Marketing Melalui SVO --- Zulkifli Hasan Desak Penyelidikan Kasus Diduga Keracunan 500 Santri --- Penghargaan untuk Inisiatif Lingkungan Wellous Indonesia
Teknologi

Nvidia Resmi Akuisisi Platform AI Hugging Face dengan Nilai Fantastis

Nvidia telah mengumumkan akuisisi platform pengembangan kecerdasan buatan Hugging Face senilai 12,93 miliar dollar AS, setara dengan sekitar Rp 228 triliun. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperluas...

Chandra Kirana

Penulis

04 September 2026
9 kali dibaca
Logo Nvidia di depan kantor pusatnya di Santa Clara, California, AS.(Nvidia Newsroom)
Logo Nvidia di depan kantor pusatnya di Santa Clara, California, AS.(Nvidia Newsroom)

Nvidia telah secara resmi menyetujui akuisisi platform pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang bersifat terbuka, Hugging Face, dengan nilai transaksi mencapai 12,93 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 228 triliun berdasarkan kurs saat ini. Pengumuman mengenai kesepakatan ini disampaikan oleh Nvidia melalui blog resminya pada Kamis, 3 September 2026. Sebelumnya, isu mengenai akuisisi ini telah beredar di publik.

Dengan nilai akuisisi yang signifikan ini, Hugging Face menjadi salah satu kesepakatan terbesar dalam sejarah Nvidia. CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa langkah ini akan membantu memperluas infrastruktur Hugging Face serta meningkatkan akses terhadap teknologi AI bagi para pengembang di seluruh dunia.

Hugging Face dan Perannya dalam Pengembangan AI

Hugging Face dikenal sebagai platform yang memungkinkan pengembang untuk menemukan, mengembangkan, menguji, membagikan, dan menjalankan model AI. Saat ini, platform ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 18 juta pengembang, peneliti, dan kreator. Selain itu, Hugging Face juga menyimpan lebih dari tiga juta model AI, 500.000 dataset, dan satu juta aplikasi. Lebih dari 200.000 perusahaan juga menggunakan platform ini untuk keperluan pengembangan AI mereka.

Komitmen Nvidia terhadap Open-Source

Meskipun telah diakuisisi, Huang menegaskan bahwa Hugging Face akan tetap beroperasi sebagai platform open-source. Ia menekankan bahwa pengembang memiliki kebebasan untuk memilih model, framework, layanan cloud, penyedia layanan inferensi, dan perangkat keras komputasi yang ingin mereka gunakan. "Penggunaan komputasi Nvidia tidak akan menjadi syarat wajib untuk membangun atau melakukan deployment melalui Hugging Face," ungkap Huang.

Huang juga menyebutkan bahwa Nvidia telah merilis lebih dari 500 model dan 250 dataset terbuka melalui Hugging Face, yang dirancang untuk dimanfaatkan oleh pengembang di seluruh dunia. Akuisisi ini akan memperluas bisnis Nvidia dari sekadar penyedia chip AI menjadi ekosistem perangkat lunak dan komunitas pengembang yang lebih luas.

Dalam transaksi ini, Nvidia akan membayarkan sekitar 11,9 miliar dollar AS kepada pemegang saham Hugging Face, serta menyiapkan program berbasis saham senilai sekitar 1 miliar dollar AS untuk mempertahankan karyawan Hugging Face setelah akuisisi. Proses akuisisi diperkirakan akan selesai pada paruh pertama tahun 2027, tergantung pada pemenuhan semua persyaratan transaksi dan persetujuan dari regulator.

Dalam sebuah unggahan di platform X (Twitter), CEO Hugging Face, Clem Delangue, mengucapkan terima kasih kepada komunitas yang telah mendukung perusahaan tersebut sebagai alternatif dari API tertutup. Ia juga menyatakan bahwa perusahaan memerlukan sumber daya komputasi, dukungan, kolaborasi, dan visibilitas yang lebih besar untuk memperluas pengembangan AI terbuka. "Itulah sebabnya kami berbicara dengan Jensen, yang menawarkan diri untuk mewujudkan semua hal tersebut bersama kami," kata Delangue.

Nvidia saat ini merupakan salah satu pemain utama dalam penyediaan chip untuk pelatihan dan inferensi AI. Namun, beberapa pelanggan besar Nvidia mulai mengembangkan chip AI mereka sendiri untuk mengurangi ketergantungan. Hugging Face sendiri didirikan pada tahun 2016 dan telah mengumpulkan pendanaan lebih dari 395 juta dollar AS, dengan pendanaan terakhir pada tahun 2023 yang mencapai 235 juta dollar AS, yang dipimpin oleh Salesforce Ventures dan melibatkan beberapa perusahaan teknologi besar, termasuk Google, Amazon, IBM, dan Nvidia.

Artikel Terkait