Jakarta - Wellous Indonesia mendapatkan penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau 2026 untuk kategori Apresiasi atas Aksi Kolaborasi Peduli Lingkungan. Penghargaan ini diterima oleh Ary Sidabutar, selaku Country Manager Wellous Indonesia, dan diserahkan oleh Wakil Pimpinan Redaksi detikcom, Fajar Pratama. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap upaya kolaboratif Wellous Indonesia dalam mendukung gerakan peduli lingkungan melalui pengembangan Eco-Space.
Inisiatif Eco-Space di Depok
Wellous Indonesia bekerja sama dengan Synergy Via Online (SVO) Indonesia dan Wahid Foundation untuk membangun Eco-Space di Desa Duren Seribu, Depok. Eco-Space ini berfungsi sebagai ruang edukasi dan aksi bagi masyarakat untuk belajar mengelola sampah rumah tangga secara mandiri. Program ini juga bertujuan untuk mendorong perubahan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, di mana peserta diberikan edukasi tentang pengelolaan lingkungan dan didorong untuk mengubah kebiasaan yang kurang peduli menjadi lebih positif.
Pemberdayaan Melalui Budidaya Maggot
Salah satu kegiatan di Eco-Space adalah edukasi dan pemberdayaan warga dalam budidaya maggot. Program ini dilaksanakan bersama Wahid Foundation dengan melibatkan perempuan yang mendapatkan pelatihan tentang pemanfaatan maggot, sehingga terbentuk ekosistem yang bermanfaat bagi peserta. Henry Yotania, Strategic Business Partnership Wellous Indonesia, menjelaskan bahwa program ini melibatkan ibu rumah tangga, perempuan yang telah pensiun, dan kelompok lainnya. "Jadi kita bekerja sama dengan Wahid Foundation, Wahid Foundation mensosialisasikan projek atau program ramah lingkungan dengan membudidayakan maggot," ungkap Henry setelah acara Anugerah Ekonomi Hijau di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga memiliki nilai ekonomi. Hasil dari kegiatan yang dilakukan peserta dapat dikembangkan menjadi produk yang dijual, sehingga memberikan tambahan pendapatan. "Menurut pembudayaan maggots tersebut mereka membuat satu tanaman dan tanaman itu akhirnya dijual dan bisa mendapatkan income bagi ibu-ibu tersebut," tambah Henry.
Program pemberdayaan juga dilaksanakan melalui Koperasi Cinta Damai (KCD) Wahid, yang berfungsi sebagai wadah bagi peserta untuk mendapatkan pelatihan agar lebih mandiri. Pemberdayaan ini juga mencakup perempuan dengan disabilitas. Dalam pengelolaan sampah rumah tangga, Eco-Space mengajak peserta untuk memanfaatkan minyak jelantah, yang berpotensi mencemari lingkungan, dengan cara menukarnya menjadi tabungan hijau melalui Koperasi Cinta Damai (KCD) Wahid.
Dalam kesempatan yang sama, Ary Sidabutar menyatakan bahwa Eco-Space merupakan salah satu langkah awal kontribusi Wellous terhadap ekonomi hijau. Inisiatif ini juga sedang diperluas melalui kerja sama dengan berbagai mitra. "Untuk saat ini kita memang sedang dalam upaya untuk memperluas bukan hanya di satu bagian saja tapi juga di bagian yang lain dan tentunya bekerja sama dengan beberapa partner sekaligus," kata Ary.
Melalui Eco-Space, Wellous Indonesia berupaya menciptakan ekosistem yang menghubungkan edukasi lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya untuk mendorong kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan dan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi peserta.