JAKARTA - Perusahaan laptop asal Taipei, Asus, mengklaim bahwa mereka masih mempertahankan posisi penting di pasar laptop Indonesia, baik dalam segmen gaming maupun konsumen. Brama Setyadi, Kepala PR & Digital Asus Indonesia, menjelaskan bahwa pada kuartal kedua tahun 2026, pangsa pasar Asus di segmen gaming konsumen mencapai 39 persen. Pernyataan ini disampaikan Brama dalam acara peluncuran Asus TUF Gaming 16 di Jakarta Selatan pada tanggal 3 September 2026.
“Kemudian market share kami di pasar consumer notebook Indonesia ada di angka 38 persen,” tambah Brama, mengacu pada data dari lembaga riset Growth from Knowledge (GfK). Di segmen gaming, lini produk Asus TUF Gaming juga memberikan kontribusi yang signifikan, dengan data GfK menunjukkan bahwa pada Februari 2026, segmen ini menyumbang 33 persen dari total pangsa pasar gaming di Indonesia.
Strategi Asus di Pasar Gaming
Asus TUF Gaming diposisikan sebagai laptop gaming yang menekankan ketahanan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan lini gaming premium mereka, Asus ROG (Republic of Gamers). “Sekarang Asus merupakan pemimpin gaming di Indonesia, dan kita memiliki 33 persen market share untuk TUF Gaming,” ungkap Lenny Lin, Country Manager Asus Indonesia, dalam acara yang sama.
Lenny menambahkan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi bisnis gaming Asus. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk menyediakan perangkat yang cepat untuk bermain game, sekaligus dapat digunakan untuk keperluan kerja dan bertahan dalam jangka waktu lama. “Menjadi nomor satu bukan hanya tentang memberikan performa. Kami juga perlu memberikan kepada pengguna apa yang mereka inginkan dan pedulikan, kualitas, durabilitas, dan layanan,” jelas Lenny.
Dampak Kenaikan Harga Komponen
Brama Setyadi juga menjelaskan bahwa strategi Asus menjadi semakin relevan di tengah tantangan kenaikan harga komponen dan kelangkaan memori secara global. Ia mengakui bahwa kondisi ini berdampak pada harga laptop Asus di Indonesia. “Kenaikan harga sulit dihindari karena tekanan harga komponen terjadi di seluruh industri, bukan hanya Asus,” kata Brama, meskipun ia tidak merinci persentase kenaikan harga yang terjadi.
Ia menambahkan bahwa besarnya kenaikan harga dapat bervariasi antar lini laptop. Model yang menggunakan komponen generasi terbaru berpotensi mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi, khususnya untuk memori terbaru seperti DDR5 yang mengalami tekanan lebih besar dibandingkan dengan komponen generasi lama. “Setiap lini itu beda-beda. Semakin laptop pakai komponen yang baru dan paling canggih, kenaikannya agak lebih tinggi,” ujar Brama.
Asus TUF Gaming 16 (FX610) resmi diluncurkan di Indonesia pada 3 September 2026, dengan harga mulai dari Rp 27.999.000. Menghadapi kondisi harga memori yang meningkat, Asus kini lebih menekankan pada konsep value assurance, yang memberikan nilai lebih agar laptop dapat digunakan dalam waktu yang lebih panjang. “Kalau beli sekarang, laptop Asus mungkin bisa dipakai tiga atau empat tahun lagi. Itu value yang kami tawarkan,” lanjutnya.
Asus TUF Gaming 16 telah menjalani serangkaian pengujian berstandar militer MIL-STD-810H, yang mencakup berbagai kondisi ekstrem seperti guncangan, getaran, serta suhu tinggi dan rendah. Untuk menunjukkan ketahanannya, Asus mengundang dua peserta dengan berat sekitar 60 kg dan 80 kg untuk menginjak laptop TUF Gaming 16 selama kurang lebih 10 detik. Laptop tersebut tetap berfungsi normal meskipun telah ditekan dengan beban hingga 80 kg.
Selain ketahanan fisik, Asus juga menonjolkan kemudahan upgrade sebagai bagian dari strategi untuk memperpanjang umur pakai perangkat. TUF Gaming 16 dilengkapi dengan dua slot RAM DDR5 dan dua slot SSD M.2 PCIe, sehingga pengguna dapat menambah RAM dan kapasitas penyimpanan di masa mendatang tanpa perlu mengganti laptop. Pendekatan ini dirancang agar laptop dapat memenuhi kebutuhan pengguna dari masa kuliah hingga memasuki dunia kerja.
Asus juga berfokus pada layanan purnajual sebagai pembeda. Perusahaan memperluas jaringan service center dan menawarkan perlindungan terhadap kerusakan yang tidak disengaja. Menurut Brama, strategi ini penting karena spesifikasi laptop antarprodusen kini semakin mirip, sehingga Asus berusaha menawarkan nilai tambah dari segi umur pakai perangkat dan layanan setelah pembelian.