JAKARTA - Saat ini, perusahaan-perusahaan tidak lagi bergantung pada satu jenis layanan untuk melindungi sistem mereka dari serangan siber. Berbagai solusi keamanan, seperti antivirus dan Endpoint Detection and Response (EDR), digunakan secara bersamaan. Namun, dengan banyaknya perangkat yang digunakan, semakin banyak pula data yang perlu dianalisis oleh perusahaan.
Menurut Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group, tantangan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini bukan hanya sekadar memiliki alat proteksi, tetapi juga memastikan bahwa data yang terkumpul valid dan dapat dijadikan acuan informasi. Meskipun perusahaan bisa melakukan analisis sendiri terhadap data yang dikumpulkan dari perangkat keamanan, proses ini seringkali memakan waktu yang cukup lama, sementara tim IT juga memiliki tugas lainnya.
Pentingnya Sistem Analisis Data
Oleh karena itu, keberadaan sistem atau layanan yang dapat membantu dalam membaca dan menganalisis data menjadi semakin penting, terutama ketika jumlah informasi keamanan yang masuk terus meningkat. "Dengan dukungan tools dan tim (manusia) di kantor pusat dipakai untuk menganalisis data, sehingga informasi yang ditampilkan menjadi lebih valid dan tepat," ujar Yudhi dalam acara Prosperita Solutions Day 2026 di Jakarta.
Data yang dikumpulkan dari berbagai perangkat keamanan tidak serta merta menunjukkan apakah suatu aktivitas merupakan serangan siber. Data tersebut perlu dianalisis lebih lanjut untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam sistem. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), digunakan untuk membantu mengolah data yang terkumpul, seperti membuat rangkuman. Namun, hasil ini bukanlah kesimpulan akhir.
Yudhi menjelaskan bahwa pekerja manusia masih harus meninjau kembali hasil rangkuman dan analisis dari teknologi AI untuk memastikan apakah aktivitas yang terdeteksi benar-benar merupakan ancaman siber atau tidak. "AI itu sebenarnya membantu membuat rangkuman dari data yang ada, tapi bukan kesimpulan akhirnya," tuturnya.
Layanan ESET MDR untuk Pengolahan Data
PT Prosperita Mitra Indonesia baru-baru ini meluncurkan ESET Managed Detection and Response (MDR) di Indonesia pada acara Prosperita Solutions Day 2026. Pengolahan data keamanan tidak berhenti setelah ancaman dianalisis; hasilnya harus disajikan dalam bentuk informasi yang lebih mudah dipahami oleh tim IT dan manajemen perusahaan.
Yudhi menambahkan bahwa layanan MDR yang baru dirilis dapat membantu perusahaan dalam membuat laporan tanpa harus mengumpulkan seluruh data secara manual. ESET MDR merupakan layanan keamanan siber terkelola yang menyediakan pemantauan, deteksi, analisis, dan respons terhadap ancaman selama 24 jam. Layanan ini bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengelola berbagai temuan keamanan dari sistem dan perangkat proteksi yang digunakan.
"Untuk memberikan pemahaman kepada manajemen perusahaan, itu juga butuh laporan yang sederhana. Manajemen perlu tahu, misalnya, kenaikannya berapa lewat grafik yang bisa dibaca secara langsung," jelas Yudhi. Dengan demikian, data yang dihasilkan oleh berbagai perangkat keamanan tidak hanya dipahami oleh tim IT, tetapi juga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi keamanan perusahaan kepada jajaran manajemen.