🔴 Breaking
Transformasi Digital Kesehatan: Tantangan dan Peluang di Seluruh Indonesia Negara Tetangga Meminta Pasokan Beras dari Indonesia Sebanyak 500 Ribu Ton Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026 Transformasi Digital Kesehatan: Tantangan dan Peluang di Seluruh Indonesia Negara Tetangga Meminta Pasokan Beras dari Indonesia Sebanyak 500 Ribu Ton Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026
Ekonomi

--- Tarif Panel Surya Indonesia Naik 143% ke AS, Wamen ESDM Bahas Potensi Serapan Lokal ---

--- Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan masih menghitung kapasitas ekspor panel surya Indonesia ke Amerika Serikat yang terkena tarif tinggi. ---

Fayra Nugroho

Penulis

25 April 2026
139 kali dibaca
---
Tarif Panel Surya Indonesia Naik 143% ke AS, Wamen ESDM Bahas Potensi Serapan Lokal

---
Sumber gambar: liputan6.com
---TITLEEXCERPT--- Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan masih menghitung kapasitas ekspor panel surya Indonesia ke Amerika Serikat yang terkena tarif tinggi. ---CONTENT---

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa panel surya dari Indonesia kini dikenakan tarif sebesar 143% saat diekspor ke Amerika Serikat. Hal ini menjadi perhatian mengingat potensi pasar yang besar di negara tersebut.


Yuliot Tanjung menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan perhitungan terkait kapasitas ekspor panel surya yang dikirim ke AS. Ia menekankan pentingnya memahami dampak dari tarif tinggi ini terhadap industri dalam negeri dan peluang yang ada untuk meningkatkan serapan produk lokal.


Dengan adanya tarif yang signifikan, pemerintah berencana untuk mengeksplorasi kemungkinan peningkatan produksi dan distribusi panel surya di dalam negeri, guna memenuhi kebutuhan pasar lokal dan mengurangi ketergantungan pada ekspor. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri energi terbarukan di Indonesia.


Ke depan, pemerintah akan terus memantau situasi ini dan mencari solusi yang tepat untuk mendukung industri panel surya lokal agar tetap kompetitif di pasar global.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait