OpenAI mengamati bahwa Indonesia kini memasuki tahap baru dalam penerapan kecerdasan buatan (AI), yang ditandai dengan meningkatnya penggunaan AI dalam berbagai proses bisnis dan pekerjaan, bukan hanya sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas individu. Andy Brown, Kepala Go-To-Market Asia Pasifik OpenAI, menjelaskan bahwa perubahan ini terlihat dari pertumbuhan signifikan penggunaan Codex, sebuah layanan AI agent yang dikembangkan oleh OpenAI untuk menyelesaikan berbagai tugas secara mandiri.
Peningkatan Penggunaan Codex di Indonesia
Menurut Brown, penggunaan Codex di Indonesia mengalami pertumbuhan hingga 12 kali lipat sejak awal tahun 2026, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan global yang hanya delapan kali lipat dan Asia Pasifik yang mencapai 11 kali lipat pada periode yang sama. "Yang kami lihat di Indonesia adalah pergeseran dari penggunaan ChatGPT untuk kebutuhan pribadi menjadi penggunaan untuk pekerjaan pengetahuan dan aktivitas bisnis," jelas Brown dalam wawancara.
Selain itu, aktivitas harian pengguna Codex di Indonesia juga meningkat 16 kali lipat sejak awal tahun. Menariknya, lebih dari setengah dari penggunaan layanan ini dialokasikan untuk pekerjaan non-koding atau berbasis pengetahuan. Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku bisnis di Indonesia mulai memanfaatkan AI untuk mendukung pengambilan keputusan dan pekerjaan sehari-hari.
Indonesia sebagai Pasar AI yang Berkembang
Brown menegaskan bahwa Indonesia kini menjadi salah satu pasar terbesar bagi OpenAI di tingkat global. "Indonesia adalah salah satu dari 10 pasar terbesar kami di dunia berdasarkan penggunaan mingguan ChatGPT," ungkapnya. Temuan ini sejalan dengan laporan OpenAI berjudul The State of Enterprise AI 2025, yang menyatakan bahwa penggunaan AI di perusahaan kini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu produktivitas individu, tetapi juga mulai terintegrasi dalam alur kerja bisnis.
Volume penggunaan ChatGPT di lingkungan perusahaan tercatat meningkat delapan kali lipat dalam satu tahun, sementara penggunaan model reasoning melonjak hingga 320 kali lipat. OpenAI juga mencatat bahwa hambatan terbesar dalam adopsi AI saat ini bukan lagi pada kemampuan teknologi, melainkan pada kesiapan organisasi untuk mengintegrasikan AI ke dalam proses kerja sehari-hari.
Budaya Kerja dan Tantangan Adopsi AI
Walaupun adopsi AI terus meningkat, Brown mengungkapkan bahwa tantangan utama bagi perusahaan saat ini lebih berkaitan dengan budaya organisasi daripada teknologi itu sendiri. Banyak perusahaan yang masih fokus pada pemilihan model AI atau platform yang digunakan, padahal keberhasilan implementasi AI sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi. "Saya percaya bahwa budaya adalah takdir dalam transformasi AI. Pada dasarnya ini adalah perubahan manusia dan manajemen perubahan," jelasnya.
Perusahaan yang berhasil mendapatkan manfaat maksimal dari AI umumnya memberikan ruang bagi karyawan untuk bereksperimen dan mendorong pimpinan perusahaan untuk menjadi pengguna aktif teknologi tersebut. OpenAI mencatat bahwa sekitar 20 persen perusahaan berhasil meraih 74 persen nilai bisnis dari implementasi AI dengan memberdayakan seluruh karyawan untuk mencari cara baru dalam memanfaatkan AI dalam pekerjaan sehari-hari.
Peluang AI untuk UMKM di Indonesia
OpenAI juga melihat potensi besar bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Brown menyoroti jumlah UMKM yang mencapai puluhan juta unit dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, AI dapat memberikan kemampuan yang sebelumnya hanya dimiliki oleh perusahaan besar kepada UMKM yang memiliki sumber daya terbatas. "Kami percaya usaha kecil dan menengah adalah pihak yang memiliki peluang terbesar untuk mendapatkan manfaat dari AI," tambahnya.
Brown memberikan contoh, sebuah perusahaan kecil dengan lima karyawan mungkin tidak mampu mempekerjakan pengacara penuh waktu, tetapi dengan bantuan AI, mereka bisa mendapatkan dukungan untuk meninjau kontrak atau dokumen bisnis sebelum mengambil keputusan. Untuk itu, OpenAI juga menawarkan layanan ChatGPT Business yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan UMKM, dengan model berlangganan yang lebih sederhana dan fitur kolaborasi antarpegawai.
OpenAI menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pasar AI yang paling berkembang di kawasan Asia Pasifik, didukung oleh tingginya adopsi teknologi digital dan banyaknya pelaku UMKM di dalam negeri. "Saya akan menggambarkan Indonesia dengan tiga kata: ambisius, kreatif, dan inovatif," tutup Brown.