🔴 Breaking
Gempa M 7,7 di NTT, Dua Rumah Sakit Lapangan Dikerahkan untuk Penanganan Kesehatan Kesempatan Berkarir di Unilever Indonesia, Simak Syarat dan Proses Pendaftarannya Studi Mengungkap Pekerja Bergaji Rendah Memiliki Risiko Kematian yang Lebih Tinggi Pembentukan Tim Khusus untuk Memfasilitasi PT Timah dalam Pembelian Produksi Lokal Olahraga Rutin: Mitos atau Fakta dalam Mencegah Aritmia Jantung? Miliarder Termuda Eropa: James Dacombe, Gen Z yang Membangun Kekayaan Sendiri Dampak Minum Kopi Harian Terhadap Kesehatan Ginjal Dorongan untuk GenZu 2026: Membangun Impian dan Berorganisasi di UIN Saizu --- Pemecatan Kepala Ekonom Bank VEB Terkait Kritik Terhadap Perang Ukraina --- Din Minimi dan Eks Kombatan Kibarkan Merah Putih, Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian Aceh Gempa M 7,7 di NTT, Dua Rumah Sakit Lapangan Dikerahkan untuk Penanganan Kesehatan Kesempatan Berkarir di Unilever Indonesia, Simak Syarat dan Proses Pendaftarannya Studi Mengungkap Pekerja Bergaji Rendah Memiliki Risiko Kematian yang Lebih Tinggi Pembentukan Tim Khusus untuk Memfasilitasi PT Timah dalam Pembelian Produksi Lokal Olahraga Rutin: Mitos atau Fakta dalam Mencegah Aritmia Jantung? Miliarder Termuda Eropa: James Dacombe, Gen Z yang Membangun Kekayaan Sendiri Dampak Minum Kopi Harian Terhadap Kesehatan Ginjal Dorongan untuk GenZu 2026: Membangun Impian dan Berorganisasi di UIN Saizu --- Pemecatan Kepala Ekonom Bank VEB Terkait Kritik Terhadap Perang Ukraina --- Din Minimi dan Eks Kombatan Kibarkan Merah Putih, Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian Aceh
Ekonomi

Transformasi Ekonomi Hijau: Indonesia Harus Aktif Berperan

IKA Unpad menekankan pentingnya Indonesia untuk segera melakukan transformasi menuju ekonomi hijau, mengingat tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan.

Galang Mahesa

Penulis

17 June 2026
71 kali dibaca
Menteri Koperasi sekaligus Ketua Umum IKA Unpad Ferry Juliantono saat menghadiri Forum Ekonomi Hijau (FEH) yang digelar IKA Unpad di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (17/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)
Menteri Koperasi sekaligus Ketua Umum IKA Unpad Ferry Juliantono saat menghadiri Forum Ekonomi Hijau (FEH) yang digelar IKA Unpad di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (17/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Ketua Umum IKA Unpad, Ferry Juliantono, menyatakan bahwa Indonesia perlu mempercepat proses transformasi pembangunan untuk meningkatkan daya saingnya. Dalam konteks ini, Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) mendesak agar negara ini segera beradaptasi dengan ekonomi hijau di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, dan tuntutan untuk pembangunan yang rendah emisi karbon.

Ferry menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki banyak waktu untuk menunda langkah menuju ekonomi hijau. Ia menjelaskan bahwa perubahan dalam lanskap ekonomi global mengharuskan setiap negara untuk beradaptasi dengan model pembangunan yang lebih berkelanjutan, efisien, dan rendah karbon. “Dunia bergerak sangat cepat menuju ekonomi hijau dan transisi energi. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus mampu mempercepat transformasi pembangunan agar memiliki daya saing yang kuat di masa depan,” ungkapnya dalam Forum Ekonomi Hijau (FEH) yang diselenggarakan oleh IKA Unpad di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada Selasa (17/6/2026).

Pentingnya Kolaborasi dalam Transisi Ekonomi Hijau

Ferry menjelaskan bahwa Forum Ekonomi Hijau ini dibentuk sebagai platform untuk memperkuat kerja sama antar berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong agenda pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa percepatan transisi tidak bisa dilakukan secara terpisah, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang solid. “Forum ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi momentum untuk membangun akselerasi transisi berkelanjutan melalui kolaborasi nyata antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan masyarakat sipil,” tambahnya.

Peran Sumber Daya Alam dalam Pembangunan Berkelanjutan

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia merupakan aset penting untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dari sektor kehutanan, kelautan, keanekaragaman hayati, hingga energi yang dapat menjadi dasar pertumbuhan ekonomi di masa depan. “Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup. Di sinilah pentingnya ekonomi hijau sebagai landasan masa depan Indonesia,” ujarnya.

Jumhur juga menambahkan bahwa ekonomi hijau bukan hanya sekadar konsep, tetapi merupakan kebutuhan strategis yang harus diwujudkan melalui kebijakan yang terintegrasi dan implementasi yang nyata. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar pembangunan dapat menghasilkan pertumbuhan yang inklusif, rendah emisi, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta menjaga kelestarian lingkungan. “Kita membutuhkan sinergi yang kuat agar transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga inklusif dan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, lapangan kerja baru, dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Artikel Terkait