SpaceX, perusahaan antariksa yang didirikan oleh Elon Musk, baru saja mencetak rekor dengan melakukan penawaran umum perdana (IPO) yang menjadi yang terbesar dalam sejarah. Setelah resmi terdaftar di bursa Nasdaq, perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar 75 miliar dollar AS, setara dengan Rp 1,343 kuadriliun, melalui penjualan 555,5 juta saham dengan harga 135 dollar AS per lembar. Dengan IPO ini, valuasi SpaceX mencapai sekitar 1,77 triliun dollar AS atau sekitar Rp 31,7 kuadriliun, menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.
Valuasi Melebihi PDB Banyak Negara
Valuasi SpaceX kini lebih tinggi dibandingkan produk domestik bruto (PDB) tahunan banyak negara. Sebagai contoh, ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai Rp 23.821 triliun atau sekitar 1,42 triliun dollar AS pada tahun 2025. Dengan demikian, valuasi SpaceX saat ini setara dengan 1,3 kali PDB Indonesia.
Selain Indonesia, valuasi SpaceX juga lebih besar dibandingkan PDB negara-negara lain seperti Belanda (1,15 triliun dollar AS), Turkiye (1,34 triliun dollar AS), Arab Saudi (1,08 triliun dollar AS), Swiss (950 miliar dollar AS), Polandia (915 miliar dollar AS), Belgia (690 miliar dollar AS), dan Thailand (550 miliar dollar AS). Dengan nilai 1,77 triliun dollar AS, SpaceX akan menempati posisi sekitar 15 besar ekonomi dunia jika dianggap sebagai sebuah negara.
Pencapaian yang Mengagumkan
SpaceX, yang didirikan pada tahun 2002, kini telah berkembang jauh dari fokus awalnya yang hanya pada peluncuran roket dan eksplorasi luar angkasa. Pendapatan terbesar perusahaan saat ini berasal dari layanan internet satelit Starlink, yang memiliki sekitar 10,3 juta pelanggan dan menyumbang sekitar 60 persen dari total pendapatan perusahaan.
Ketika mulai diperdagangkan, SpaceX diperkirakan akan masuk dalam jajaran tujuh perusahaan publik terbesar di AS berdasarkan nilai pasar, bersanding dengan nama-nama besar seperti Nvidia, Alphabet (Google), Apple, Microsoft, dan Amazon. Pada tahun 2025, total pendapatan SpaceX diperkirakan mencapai 18,67 miliar dollar AS. Selain Starlink, perusahaan ini juga terus mengembangkan roket Falcon 9, Falcon Heavy, dan pesawat antariksa Starship, serta berinvestasi dalam kecerdasan buatan melalui kolaborasi dengan xAI, perusahaan yang dikembangkan oleh Musk.
Meski demikian, beberapa analis berpendapat bahwa valuasi SpaceX saat ini tidak hanya mencerminkan kinerja bisnis yang ada, tetapi juga harapan investor terhadap potensi masa depan perusahaan. Pasar memiliki ekspektasi tinggi terhadap berbagai proyek ambisius SpaceX, termasuk ekspansi Starlink, pusat data AI berbasis luar angkasa, serta misi manusia ke Bulan dan Mars.