🔴 Breaking
Kesehatan

Waspadai Kontaminasi! Ini Daftar Buah dan Sayur dengan Residu Pestisida Tertinggi

Buah dan sayuran merupakan elemen penting dalam diet sehat, namun beberapa di antaranya mengandung residu pestisida yang lebih tinggi. Berikut adalah daftar buah dan sayur yang perlu diwaspadai berdas...

Sekar Wangi

Penulis

16 September 2026
10 kali dibaca
Foto: Ilustrasi buah dan sayur (Getty Images/Jay_Zynism)
Foto: Ilustrasi buah dan sayur (Getty Images/Jay_Zynism)

Buah dan sayuran merupakan bagian esensial dari pola makan yang sehat. Namun, tidak semua jenis produk ini aman dari residu pestisida. Setiap tahun, Environmental Working Group (EWG) menerbitkan daftar yang dikenal sebagai Dirty Dozen, yang menyoroti buah dan sayuran dengan tingkat paparan pestisida tertinggi berdasarkan hasil pengujian terbaru. Daftar untuk tahun 2026 ini bisa menjadi panduan bagi konsumen dalam memilih bahan makanan, termasuk kapan sebaiknya memilih produk organik.

Buah dan Sayur dengan Residu Pestisida Tinggi

Berikut adalah beberapa buah dan sayur yang dinyatakan paling terkontaminasi pestisida menurut EWG:

  1. Bayam - EWG mengidentifikasi bayam mentah sebagai produk pangan yang memiliki "residu pestisida lebih banyak berdasarkan berat dibandingkan jenis produk lainnya". Para ahli merekomendasikan untuk memilih produk organik jika memungkinkan. Namun, jika memilih bayam konvensional, disarankan untuk mencucinya dengan bersih. "Jika membeli bayam konvensional, bilas hingga bersih. Pengecualian untuk aturan ini adalah jika bayam sudah dicuci sebelumnya. Jangan dicuci ulang; Anda kemungkinan akan memasukkan bakteri," kata ahli diet Lindsay Malone, RDN, LD.
  2. Kale - EWG menemukan bahwa lebih dari 50 persen sampel kale mengandung pestisida yang berpotensi menyebabkan kanker. "Prioritaskan kale organik jika memungkinkan. Jika tidak, buang daun bagian luarnya dan cuci bersih," saran Malone.
  3. Stroberi - EWG merekomendasikan untuk mencuci stroberi segar sebelum dikonsumsi. Beberapa alternatif buah dengan risiko lebih rendah terpapar pestisida adalah pisang, semangka, kiwi, mangga, dan pepaya.
  4. Anggur - Anggur juga termasuk dalam kategori buah dengan paparan pestisida yang tinggi. "Jika membeli anggur konvensional, bilas anggur secara menyeluruh dan ganti dengan buah-buahan yang residunya lebih rendah seperti pisang atau nanas," ungkap Malone.
  5. Nektarin dan Persik - Kedua buah ini cenderung memiliki tingkat paparan bahan kimia yang lebih tinggi. "Nektarin dan persik memiliki kulit tipis dan lebih rentan terhadap penyerapan pestisida," jelas ahli diet Debbie Bessen, RD, CSO.
  6. Ceri - Ceri juga perlu diperhatikan, terutama jika tidak membeli ceri organik. "Merebus, memblansir, dan menumis buah serta sayuran dapat membantu mengurangi residu pestisida," kata Bessen. Namun, proses ini juga dapat mengurangi kandungan nutrisi.
  7. Apel - Apel sering masuk dalam daftar Dirty Dozen karena disiram dengan bahan kimia setelah dipanen. "Jika khawatir, mengupas kulitnya bisa mengurangi kandungan pestisida secara signifikan," kata Bessen.
  8. Blackberry - Blackberry tidak selalu ada dalam daftar Dirty Dozen, namun EWG menyebutkan bahwa buah ini mengandung residu pestisida. "Beri-berian merupakan salah satu jenis buah yang pertama kali saya sarankan untuk dibeli dalam bentuk organik," kata Johanna Hellrigl, koki sekaligus anggota dewan EWG.
  9. Pir - Menurut EWG, pir merupakan salah satu buah yang paling terkontaminasi pestisida. "Pir cenderung membawa residu di kulitnya, jadi saya memprioritaskan pir organik jika saya tahu akan memakannya mentah," ungkap Hellrigl.
  10. Kentang - Kentang merupakan tambahan baru dalam daftar Dirty Dozen. "Saya merekomendasikan untuk membeli kentang organik jika memungkinkan, terutama jika Anda menggunakan kulitnya," kata Hellrigl.
  11. Blueberry - EWG menyatakan bahwa blueberry diketahui mengandung jejak beberapa jenis pestisida beracun. "Pilih blueberry organik," saran Hellrigl.

Apakah Buah dan Sayur Boleh Dicuci dengan Sabun?

Menurut Food and Drug Administration (FDA), mencuci buah dan sayuran dengan sabun, deterjen, atau cairan pembersih khusus tidak dianjurkan. Permukaan buah dan sayuran yang berpori dapat menyerap sabun dan deterjen meskipun sudah dibilas. Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, disarankan untuk mencuci semua hasil pertanian secara menyeluruh di bawah air mengalir.

Artikel Terkait