Nasional

Zulkifli Hasan: Sampah Menjadi Masalah Serius, Presiden Khawatir

Pemerintah saat ini tengah fokus menangani isu sampah di 71 kota yang menghadapi masalah serius. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto te...

E
Eko Prasetyo
11 May 2026
12 pembaca
Zulkifli Hasan: Sampah Menjadi Masalah Serius, Presiden Khawatir
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Liputan6.com/Immanuel Christian)

Pemerintah Indonesia saat ini tengah berupaya menyelesaikan permasalahan sampah yang melanda 71 kota di 22 aglomerasi yang dinyatakan darurat. Dalam sebuah acara di Jakarta, Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, menekankan bahwa isu sampah yang tak kunjung teratasi menjadi perhatian serius bagi Presiden Prabowo Subianto.

"Permasalahan sampah menjadi kerisauan yang mendalam bagi Bapak Presiden. Di mana-mana ada sampah, Presiden risau kalau mau menjadi bangsa yang hebat dan maju, masa mengelola sampah saja tidak bisa," ungkap Zulhas saat memberikan sambutan pada acara Gerakan Pilah Sampah dan pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta, pada Minggu (10/5).

Teknologi Pengelolaan Sampah yang Terhambat

Menurut Zulkifli, meskipun terdapat berbagai teknologi untuk pengelolaan sampah, penerapannya sering terhambat oleh banyaknya peraturan yang ada. Ia mencatat bahwa selama 11 tahun terakhir, hanya dua proyek pengelolaan sampah dengan teknologi modern yang berhasil mendapatkan izin. Dari dua proyek tersebut, satu tidak dapat dilaksanakan, sementara yang lainnya hanya berjalan sporadis.

"Kita merumuskan ada aturan yang begitu panjang, kalau menyelesaikan satu persoalan sampah itu terlalu panjang. Karena itu terbitlah Perpres (Peraturan Presiden) No 109 tahun 2025 untuk memangkas perizinan," jelasnya.

Pemerintah Fokus pada Daerah Darurat Sampah

Zulkifli juga menginformasikan bahwa pemerintah sedang menangani masalah sampah di 71 kota yang berada dalam kondisi darurat. Beberapa daerah yang termasuk dalam kategori ini adalah Bantargebang, Tangerang Selatan, dan Bandung. Ia menargetkan penyelesaian masalah ini pada tahun 2028.

"Yang darurat seperti Bantargebang, Bandung, Tangsel, kita akan selesaikan pada 2028," tambahnya.

Dalam acara yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Ia juga mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah dengan tema "Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih".

Pramono menjelaskan bahwa pencanangan ini bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Jakarta sedang melakukan perbaikan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani isu sampah. Melalui Gerakan Pilah Sampah, ia mengajak warga untuk mulai memilah sampah dari rumah agar dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

"Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan pilah sampah. Saya yakin, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, gerakan ini bisa dijalankan secara sungguh-sungguh. Semoga ini menjadi gerakan baru di Jakarta dan persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan dapat diatasi," tegasnya.

Artikel Terkait

Newsletter Tech Terkini

Update gadget, review, dan berita teknologi setiap hari.