🔴 Breaking
Nasional

Prabowo Subianto Mengibaratkan Diri sebagai Manajer dalam Mencapai Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto menyamakan perannya dalam mencapai swasembada pangan dengan seorang manajer tim sepak bola, menekankan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak.

Aditya Surya

Penulis

24 June 2026
8 kali dibaca
Prabowo Subianto Mengibaratkan Diri sebagai Manajer dalam Mencapai Swasembada Pangan
Sumber gambar: nasional.kompas.com

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggambarkan dirinya sebagai manajer tim sepak bola saat membahas pencapaian Indonesia dalam swasembada pangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan hasil kolaborasi antara petani, nelayan, menteri, dan semua pihak yang terlibat langsung di lapangan. "Saya bisa dikatakan kalau di sepak bola apa aku ya? Aku ini manajer, ya kan? Aku yang manajer. Aku di luar lapangan," ungkap Prabowo dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada Rabu, 24 Juni 2026.

Kerja Sama Tim dalam Mencapai Capaian

Prabowo menjelaskan bahwa dalam sebuah tim sepak bola terdapat berbagai peran seperti kapten, pelatih, dan pemain yang semuanya berjuang di lapangan. Ia percaya bahwa pencapaian swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif dari semua pihak yang terlibat. "Ada kapten kesebelasan, ada coach, pelatih, iya kan? Ya mereka inilah. Coach, pelatih, ada yang striker. Saya memberi arah. Kalau mereka enggak berjuang, kalau saudara tidak berjuang, kita tidak swasembada pangan. Tapi, ini keberhasilan kita. Ini keberhasilan menteri-menteri ini semua," katanya.

Apresiasi kepada Petani dan Nelayan

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para petani dan nelayan yang dianggapnya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. "Saya ucapkan terima kasih bukan hanya kata-kata manis dalam acara ini. Benar-benar saya hormat sama mereka. Merekalah yang membuat Indonesia swasembada pangan," tambahnya. Ia juga mengakui bahwa membangun sektor pangan memerlukan waktu dan tidak memberikan hasil instan.

Prabowo mengibaratkan proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat seperti bertani yang memerlukan waktu untuk melihat hasil. "Saya selalu katakan, Presiden Republik Indonesia tidak punya tongkat ajaib. Saya tidak punya tongkat Nabi Musa atau Nabi Sulaiman," ujarnya. "Tidak bisa saudara petani, saudara nelayan. Kau tanam tanam beras, tanam padi kan 3 bulan baru ada hasil," imbuhnya.

Meski demikian, Prabowo optimis bahwa hasil kerja pemerintah mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. "Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata. Nyata yaitu swasembada pangan," pungkasnya.

Artikel Terkait