🔴 Breaking
BPJS Kesehatan Dorong Fasilitas Kesehatan Utamakan Hasil Pengobatan KSR PMI UIN Saizu Raih Enam Penghargaan di RCVCA II Nasional 2026 Penerapan AI Dapat Tingkatkan Produktivitas Hingga 40% Menurut Menaker Tanggapan China Terhadap Seruan Pengendalian AI dari Pemimpin Teknologi AS BPJS Kesehatan Meminta Regulasi Dana Rp 20 Triliun Segera Diterbitkan oleh Menkeu Baru Siswa Al Abidin Mengukir 24 Prestasi Gemilang di OMI 2026 Tingkat Kabupaten/Kota --- Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Memancing Setelah Tak Lagi Menjabat Sebagai Menkeu --- Pentingnya Memahami Mindfulness Tanpa Terjebak dalam Toxic Positivity UIN Saizu Raih Lima Medali di PORSI JAWARA II 2026, Termasuk Emas dan Perak Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah pada 15 September 2026 Mencapai Rp 94.400 per Kg BPJS Kesehatan Dorong Fasilitas Kesehatan Utamakan Hasil Pengobatan KSR PMI UIN Saizu Raih Enam Penghargaan di RCVCA II Nasional 2026 Penerapan AI Dapat Tingkatkan Produktivitas Hingga 40% Menurut Menaker Tanggapan China Terhadap Seruan Pengendalian AI dari Pemimpin Teknologi AS BPJS Kesehatan Meminta Regulasi Dana Rp 20 Triliun Segera Diterbitkan oleh Menkeu Baru Siswa Al Abidin Mengukir 24 Prestasi Gemilang di OMI 2026 Tingkat Kabupaten/Kota --- Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Memancing Setelah Tak Lagi Menjabat Sebagai Menkeu --- Pentingnya Memahami Mindfulness Tanpa Terjebak dalam Toxic Positivity UIN Saizu Raih Lima Medali di PORSI JAWARA II 2026, Termasuk Emas dan Perak Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah pada 15 September 2026 Mencapai Rp 94.400 per Kg
Nasional

Prabowo Subianto Mengibaratkan Diri sebagai Manajer dalam Mencapai Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto menyamakan perannya dalam mencapai swasembada pangan dengan seorang manajer tim sepak bola, menekankan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak.

Aditya Surya

Penulis

24 June 2026
217 kali dibaca
Prabowo Subianto Mengibaratkan Diri sebagai Manajer dalam Mencapai Swasembada Pangan
Sumber gambar: nasional.kompas.com

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggambarkan dirinya sebagai manajer tim sepak bola saat membahas pencapaian Indonesia dalam swasembada pangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan hasil kolaborasi antara petani, nelayan, menteri, dan semua pihak yang terlibat langsung di lapangan. "Saya bisa dikatakan kalau di sepak bola apa aku ya? Aku ini manajer, ya kan? Aku yang manajer. Aku di luar lapangan," ungkap Prabowo dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada Rabu, 24 Juni 2026.

Kerja Sama Tim dalam Mencapai Capaian

Prabowo menjelaskan bahwa dalam sebuah tim sepak bola terdapat berbagai peran seperti kapten, pelatih, dan pemain yang semuanya berjuang di lapangan. Ia percaya bahwa pencapaian swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif dari semua pihak yang terlibat. "Ada kapten kesebelasan, ada coach, pelatih, iya kan? Ya mereka inilah. Coach, pelatih, ada yang striker. Saya memberi arah. Kalau mereka enggak berjuang, kalau saudara tidak berjuang, kita tidak swasembada pangan. Tapi, ini keberhasilan kita. Ini keberhasilan menteri-menteri ini semua," katanya.

Apresiasi kepada Petani dan Nelayan

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para petani dan nelayan yang dianggapnya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. "Saya ucapkan terima kasih bukan hanya kata-kata manis dalam acara ini. Benar-benar saya hormat sama mereka. Merekalah yang membuat Indonesia swasembada pangan," tambahnya. Ia juga mengakui bahwa membangun sektor pangan memerlukan waktu dan tidak memberikan hasil instan.

Prabowo mengibaratkan proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat seperti bertani yang memerlukan waktu untuk melihat hasil. "Saya selalu katakan, Presiden Republik Indonesia tidak punya tongkat ajaib. Saya tidak punya tongkat Nabi Musa atau Nabi Sulaiman," ujarnya. "Tidak bisa saudara petani, saudara nelayan. Kau tanam tanam beras, tanam padi kan 3 bulan baru ada hasil," imbuhnya.

Meski demikian, Prabowo optimis bahwa hasil kerja pemerintah mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. "Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata. Nyata yaitu swasembada pangan," pungkasnya.

Artikel Terkait