🔴 Breaking
BPJS Kesehatan Dorong Fasilitas Kesehatan Utamakan Hasil Pengobatan KSR PMI UIN Saizu Raih Enam Penghargaan di RCVCA II Nasional 2026 Penerapan AI Dapat Tingkatkan Produktivitas Hingga 40% Menurut Menaker Tanggapan China Terhadap Seruan Pengendalian AI dari Pemimpin Teknologi AS BPJS Kesehatan Meminta Regulasi Dana Rp 20 Triliun Segera Diterbitkan oleh Menkeu Baru Siswa Al Abidin Mengukir 24 Prestasi Gemilang di OMI 2026 Tingkat Kabupaten/Kota --- Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Memancing Setelah Tak Lagi Menjabat Sebagai Menkeu --- Pentingnya Memahami Mindfulness Tanpa Terjebak dalam Toxic Positivity UIN Saizu Raih Lima Medali di PORSI JAWARA II 2026, Termasuk Emas dan Perak Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah pada 15 September 2026 Mencapai Rp 94.400 per Kg BPJS Kesehatan Dorong Fasilitas Kesehatan Utamakan Hasil Pengobatan KSR PMI UIN Saizu Raih Enam Penghargaan di RCVCA II Nasional 2026 Penerapan AI Dapat Tingkatkan Produktivitas Hingga 40% Menurut Menaker Tanggapan China Terhadap Seruan Pengendalian AI dari Pemimpin Teknologi AS BPJS Kesehatan Meminta Regulasi Dana Rp 20 Triliun Segera Diterbitkan oleh Menkeu Baru Siswa Al Abidin Mengukir 24 Prestasi Gemilang di OMI 2026 Tingkat Kabupaten/Kota --- Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Memancing Setelah Tak Lagi Menjabat Sebagai Menkeu --- Pentingnya Memahami Mindfulness Tanpa Terjebak dalam Toxic Positivity UIN Saizu Raih Lima Medali di PORSI JAWARA II 2026, Termasuk Emas dan Perak Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah pada 15 September 2026 Mencapai Rp 94.400 per Kg
Nasional

Mahasiswa, Rakyat Mana yang Kalian Bela?

JAKARTA – Di tengah berbagai aksi demonstrasi yang kembali marak di sejumlah daerah, muncul satu pertanyaan yang terus bergema di ruang publik: mahasiswa, rakyat mana yang kalian bela?Pertanyaan ini b...

Admin Poros Berita

Penulis

23 June 2026
220 kali dibaca
Mahasiswa, Rakyat Mana yang Kalian Bela?
Sumber gambar: kabarnetizenterkini.com
JAKARTA – Di tengah berbagai aksi demonstrasi yang kembali marak di sejumlah daerah, muncul satu pertanyaan yang terus bergema di ruang publik: mahasiswa, rakyat mana yang kalian bela?

Pertanyaan ini bukanlah bentuk penolakan terhadap kritik ataupun kebebasan berpendapat. Sebaliknya, pertanyaan tersebut menjadi refleksi penting mengenai arah perjuangan gerakan mahasiswa di era modern. Sebagai kelompok intelektual yang selama ini dikenal sebagai agent of change, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan masyarakat secara objektif, konstruktif, dan berorientasi pada solusi.

Sejarah mencatat bahwa mahasiswa selalu berada di garis depan ketika bangsa menghadapi berbagai persoalan. Dari perjuangan reformasi hingga advokasi kebijakan publik, suara mahasiswa sering menjadi representasi harapan masyarakat. Namun, di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi politik saat ini, publik mulai mempertanyakan apakah setiap aksi yang dilakukan benar-benar mencerminkan kepentingan rakyat secara luas atau justru mewakili kelompok-kelompok tertentu.

Banyak kalangan menilai bahwa perjuangan mahasiswa seharusnya tidak berhenti pada slogan, poster, atau orasi di jalanan. Rakyat membutuhkan solusi konkret atas persoalan yang mereka hadapi, mulai dari lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberantisipasi korupsi. Ketika mahasiswa menyuarakan kritik, masyarakat berharap kritik tersebut disertai gagasan yang mampu memberikan jalan keluar, bukan sekadar menciptakan kegaduhan politik.

Di sisi lain, mahasiswa juga memiliki peran penting sebagai pengawas jalannya pemerintahan. Fungsi kontrol sosial tersebut merupakan bagian dari demokrasi yang sehat. Namun, fungsi pengawasan akan memiliki legitimasi yang kuat apabila didasarkan pada data, fakta, dan kepentingan publik yang nyata, bukan sekadar mengikuti tren atau kepentingan kelompok tertentu.

Pengamat sosial menilai bahwa tantangan terbesar gerakan mahasiswa saat ini adalah menjaga independensi. Di tengah meningkatnya kontestasi politik dan kepentingan berbagai pihak, mahasiswa dituntut untuk tetap menjadi suara rakyat yang autentik. Keberpihakan kepada rakyat harus tercermin dari keberanian memperjuangkan isu-isu yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas, tanpa memandang kepentingan politik jangka pendek.

Pada akhirnya, pertanyaan “Rakyat mana yang kalian bela?” menjadi pengingat bahwa legitimasi gerakan mahasiswa tidak hanya lahir dari semangat perlawanan, tetapi juga dari kedekatan mereka dengan realitas kehidupan masyarakat. Ketika mahasiswa mampu menghadirkan kritik yang objektif, solusi yang realistis, serta keberpihakan yang tulus kepada kepentingan publik, maka kepercayaan rakyat akan tetap menjadi modal terbesar bagi setiap gerakan perubahan.

Karena sejatinya, mahasiswa bukan hanya penyampai suara rakyat, tetapi juga penjaga harapan bagi masa depan bangsa

Tags: #berita

Artikel Terkait