🔴 Breaking
Kesehatan

Apakah Emosi Positif Dapat Membantu Kulit Tetap Muda? Ini Penjelasannya

Penelitian menunjukkan bahwa emosi positif mungkin berhubungan dengan kemampuan kulit dalam menghadapi stres dan pemulihan. Namun, istilah 'sel bahagia' tidak dapat disimpulkan sebagai penentu awet mu...

Fayra Nugroho

Penulis

11 October 2026
12 kali dibaca
Foto: dok. DL Beauty Clinic
Foto: dok. DL Beauty Clinic

Jakarta - Apakah emosi positif dapat membantu kulit dalam menghadapi stres dan memperbaiki diri dengan lebih baik? Hingga saat ini, belum ada kesimpulan yang menyatakan bahwa 'sel bahagia' dapat membuat kulit awet muda. Istilah 'sel bahagia' lebih merupakan kiasan yang digunakan untuk mendiskusikan kemungkinan hubungan antara kondisi mental, respons tubuh terhadap stres, pemulihan kulit, dan ketahanan kulit terhadap penuaan.

Penelitian Mengenai Kulit dan Pemulihan Setelah Stres

Sebuah studi yang melibatkan 60 orang dewasa muda menggunakan metode tape-stripping untuk mengganggu sementara lapisan pelindung kulit. Para peserta ditempatkan dalam kondisi stres singkat atau dalam situasi yang lebih tenang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki suasana hati positif yang lebih kuat cenderung mengalami pemulihan lapisan pelindung kulit yang lebih baik, terutama saat menghadapi stres.

Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi psikologis dapat berhubungan dengan kemampuan kulit dalam menghadapi gangguan dan memulihkan fungsi pelindungnya. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa stres psikologis dapat berhubungan dengan proses penyembuhan luka yang lebih lambat. Namun, penelitian tersebut tidak secara langsung mengukur kerutan, usia biologis kulit, aktivitas Sirtuin, atau jumlah sel yang mengalami senesens. Dengan kata lain, meskipun penelitian pada manusia mendukung adanya hubungan antara stres, emosi positif, dan pemulihan jaringan, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat memperpanjang usia kulit atau menghentikan penuaan sel.

Dampak Stres terhadap Kulit

Stres melibatkan interaksi antara sistem saraf, hormon, sistem kekebalan tubuh, dan perilaku. Jika stres berlangsung lama tanpa pemulihan yang cukup, hal ini dapat berhubungan dengan gangguan tidur, perubahan kebiasaan, peradangan, dan proses perbaikan jaringan. Kulit juga terhubung dengan sistem tersebut, di mana perubahan hormon dan sistem kekebalan dapat mempengaruhi pemulihan kulit setelah mengalami gangguan atau luka. Namun, kondisi kulit juga dipengaruhi oleh faktor usia, paparan sinar ultraviolet, penyakit, konsumsi obat, pola makan, kebiasaan sehari-hari, kondisi lapisan pelindung kulit, dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, emosi positif sebaiknya dipahami sebagai salah satu aspek dari kesehatan tubuh secara keseluruhan, bukan sebagai 'obat untuk kulit'.

Peran Sirtuin dalam Kesehatan Kulit

Sirtuin merupakan kelompok protein yang berfungsi mengatur berbagai aktivitas dalam sel. SIRT1 adalah salah satu yang paling banyak diteliti karena diduga berperan dalam respons terhadap stres oksidatif, fungsi sel kulit, perbaikan jaringan, dan proses penuaan kulit. Fibroblas, yang merupakan sel penting di lapisan dalam kulit, berfungsi untuk menghasilkan dan mempertahankan kolagen. Penelitian menunjukkan bahwa Sirtuin mungkin berperan dalam menjaga fungsi fibroblas dan membantu sel dalam menghadapi tekanan biologis. Beberapa penelitian laboratorium juga menemukan adanya perubahan kadar Sirtuin pada fibroblas yang mengalami stres oksidatif atau senesens. Namun, sebagian besar bukti tersebut berasal dari penelitian di laboratorium, dan belum ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa perasaan bahagia secara langsung mengaktifkan SIRT1 pada kulit manusia.

Secara sederhana, penelitian pada manusia menunjukkan bahwa emosi positif dan stres dapat berhubungan dengan pemulihan lapisan pelindung kulit. Penelitian mengenai Sirtuin membahas kemungkinan perannya dalam menjaga fungsi fibroblas dan respons sel terhadap tekanan biologis. Penelitian tentang senesens menunjukkan bahwa sel yang mengalami senesens dan perubahan di sekitarnya dapat berkontribusi pada penuaan kulit. Ketiga aspek ini saling melengkapi, tetapi belum ada bukti yang menunjukkan bahwa rasa bahagia dapat mengaktifkan Sirtuin dan mencegah atau membalikkan penuaan sel kulit.

Proses Pemulihan Kulit dan Penuaan Sel

Pemulihan lapisan pelindung kulit adalah proses kembalinya fungsi pelindung kulit setelah mengalami gangguan. Di sisi lain, senesens adalah keadaan di mana sel berhenti membelah dan mengalami perubahan fungsi. Kulit dapat memulihkan lapisan pelindungnya tanpa berarti proses penuaan sel telah dihentikan. Perubahan penampilan kulit setelah perawatan juga tidak secara otomatis menunjukkan perubahan usia biologis kulit atau jumlah sel senesen. Oleh karena itu, pemulihan lapisan pelindung kulit, penyembuhan luka, kualitas kolagen, kadar Sirtuin, dan senesens perlu dipahami sebagai hal yang berbeda.

Kebiasaan untuk Mendukung Kesehatan Kulit

Meskipun hubungan langsung antara emosi positif, Sirtuin, dan senesens masih perlu diteliti lebih lanjut, terdapat beberapa kebiasaan yang dapat mendukung kesehatan kulit dan pemulihan tubuh, seperti:

  • Tidur yang cukup dan teratur.
  • Aktivitas fisik sesuai dengan kondisi tubuh.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Menggunakan perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan.
  • Berkonsultasi dengan tenaga profesional jika diperlukan.

Dalam kerangka FOURGENIC yang dirancang oleh Dokter Dedy Chandra, kebiasaan tersebut dapat dikelompokkan dalam pendekatan menyeluruh, yaitu Healthy Life, Nutrition, Eligible Skincare, dan Treatment. Kerangka ini membantu dalam merencanakan strategi perawatan, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan dan penilaian klinis.

Pentingnya Penelitian Lanjutan

Penelitian selanjutnya perlu mengevaluasi kondisi psikologis, tingkat stres, kualitas tidur, kebiasaan hidup, pemulihan lapisan pelindung kulit, serta tanda biologis yang berkaitan dengan stres oksidatif, Sirtuin, dan senesens secara bersamaan. Penelitian jangka panjang juga diperlukan untuk mengetahui apakah hubungan antara kondisi mental yang baik dan fungsi kulit dapat bertahan dari waktu ke waktu. Sampai bukti tersebut tersedia, istilah 'sel bahagia' sebaiknya dipahami sebagai kiasan yang menarik perhatian, bukan sebagai klaim bahwa berpikir positif dapat menghentikan penuaan kulit.

Mulailah merawat kesehatan kulit dengan melakukan hal-hal yang dapat dilakukan dan dinilai, seperti menerapkan kebiasaan hidup sehat, melindungi kulit, memilih perawatan yang tepat, dan berkonsultasi dengan profesional. Jika Anda mulai melihat tanda-tanda penuaan atau merasa kulit kurang kenyal, pertimbangkan untuk melengkapi rutinitas perawatan dengan berkonsultasi mengenai Glow Sirtuin NAD di DL Beauty. Dokter akan menilai kondisi kulit Anda dan membantu menentukan pilihan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Artikel Terkait