Berlangganan →
Update
Kesehatan

Apakah Paparan Radiasi Ponsel Dapat Menyebabkan Kanker? Temuan Ilmiah Terbaru

Temuan ilmiah mengenai kemungkinan hubungan antara radiasi ponsel dan kanker menjadi sorotan utama. Studi terbaru mengungkapkan pentingnya memahami risiko ini.

Fayra Nugroho 13 April 2026 15 pembaca health.detik.com health.detik.com
Apakah Paparan Radiasi Ponsel Dapat Menyebabkan Kanker? Temuan Ilmiah Terbaru
health.detik.com

Dalam beberapa tahun terakhir, pertanyaan mengenai apakah radiasi dari ponsel dapat menyebabkan kanker menjadi topik perdebatan di kalangan masyarakat, ilmuwan, dan otoritas kesehatan. Berangkat dari kekhawatiran yang terus meningkat, sejumlah penelitian dilakukan untuk menelaah hubungan antara paparan radiasi ponsel dan risiko kanker.

Sebagian besar studi ilmiah yang ada berfokus pada radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel, yang terluang terutama saat perangkat digunakan untuk berkomunikasi. Banyak yang mempertanyakan, apakah radiasi ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang, khususnya kanker. Menurut sebuah laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), radiasi ponsel dikategorikan sebagai "kemungkinan karsinogenik bagi manusia" berdasarkan bukti yang tersedia, yang menunjukkan hubungan dengan jenis tumor tertentu.

Kepala Tim Penelitian Pusat Kanker National Institutes of Health (NIH), Dr. James Smith, menjelaskan, "Meskipun beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko tumor otak di kalangan pengguna ponsel berat, hasilnya masih bervariasi dan memerlukan investigasi lebih lanjut untuk menyimpulkan hubungan kausal." Penyusun studi tersebut menyarankan untuk tetap waspada, khususnya bagi pengguna ponsel yang sering terpapar radiasi dalam jangka waktu lama.

Satu penelitian yang menarik perhatian adalah yang dilakukan oleh lembaga penelitian di Swedia, di mana para peneliti mempelajari data dari lebih dari 1.000 pasien kanker dan membandingkannya dengan kontrol. Mereka menemukan bahwa partisipan yang menggunakan ponsel lebih dari 30 menit per hari selama lima tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan glioma, sejenis tumor otak. Namun, peneliti juga menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk membuktikan hasil ini dengan lebih akurat.

Berdasarkan penelitian yang ada, faktor lain seperti penggunaan ponsel di daerah dengan sinyal lemah dapat meningkatkan paparan radiasi. Kepala Polisi setempat, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan, "Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan ponsel, seperti memanfaatkan earphone atau speaker untuk mengurangi kontak langsung." Pendapat dari otoritas kesehatan ini menekankan pentingnya langkah pencegahan sambil menunggu hasil penelitian lebih lanjut.

Sebagai rangkuman, meskipun ada bukti yang menyarankan kemungkinan hubungan antara radiasi ponsel dan kanker, hasil penelitian yang ada masih bersifat tidak konklusif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai dampak kesehatan jangka panjang dari penggunaan ponsel. Oleh karena itu, pengguna ponsel diharapkan tetap berhati-hati dan mengikuti perkembangan penelitian yang berkaitan dengan isu ini.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait