Badan Geologi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait kematian seorang balita berusia dua tahun di Cianjur, yang sebelumnya diduga akibat keracunan mineral batuan gamping (MBG). BGN menegaskan bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.
Menurut BGN, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyebab kematian balita tersebut tidak terkait dengan keracunan MBG. Peneliti dari BGN menyatakan, "Kami telah melakukan analisis mendalam dan tidak menemukan indikasi yang mengarah pada keracunan mineral." Hal ini menanggapi laporan yang beredar di masyarakat mengenai kematian balita yang diduga disebabkan oleh konsumsi bahan berbahaya.
Dengan adanya penjelasan ini, BGN berharap masyarakat tidak panik dan memahami bahwa kematian balita tersebut perlu diteliti lebih lanjut untuk menemukan penyebab yang sebenarnya. BGN juga mengingatkan pentingnya kesadaran akan keamanan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Ke depannya, BGN akan terus melakukan pemantauan dan penelitian untuk memastikan keselamatan masyarakat dari potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh bahan-bahan geologi. Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan setelah investigasi lebih mendalam dilakukan.