BP Tapera menetapkan sejumlah prioritas wilayah untuk meningkatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2026. Dengan menargetkan 44.205 calon debitur di daerah potensial, mereka berencana melakukan pemasaran langsung di lokasi perumahan guna mencapai target penyaluran sebanyak 350.000 unit.
Strategi Pemasaran Langsung
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan perbankan dan pengembang untuk menawarkan rumah secara langsung kepada masyarakat di lokasi-lokasi perumahan. "Kita fokuskan ke yang memang populasinya tinggi, potensi demand-nya berdasarkan track record di tahun-tahun sebelumnya tinggi, kemudian ketersediaan supply-nya dari teman-teman asosiasi juga tinggi," ungkap Heru dalam rapat koordinasi evaluasi penyaluran KPR FLPP di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada Jumat (9/10/2026).
Heru menambahkan bahwa BP Tapera telah membentuk tim khusus dan menyusun jadwal pemasaran di beberapa daerah. Kegiatan ini akan dimulai di Kabupaten Banyuwangi pada 12 Oktober, di Kota Kupang pada 15 Oktober, di Kabupaten Jember pada 17 Oktober, dan di Kabupaten Pasuruan pada 22 Oktober 2026. "Jadi langsung konkret saja. Kalau kita kumpulin di aula Pemda, di hotel, ah sudah enggak bakal nganu itu. Jadi langsung ke lokasi saja, tunjukin ini loh barangnya ada," kata Heru.
Pemetaan Wilayah dan Realisasi Penyaluran
BP Tapera juga telah memetakan daerah lainnya, seperti Mojokerto, Probolinggo, Buleleng, Lombok Barat, Lombok Utara, Nganjuk, dan Situbondo. Pemilihan wilayah ini didasarkan pada rekam jejak permintaan selama lima tahun terakhir serta kesiapan pasokan rumah dari pengembang. Heru menegaskan bahwa pemasaran langsung harus mempertemukan calon pembeli, perbankan, dan pengembang agar pembangunan rumah dapat sesuai dengan permintaan pasar. "Kalau yang minat saja enggak jelas, ya bagaimana mau bangun, entar enggak laku lagi," ujarnya.
Sementara itu, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan BP Tapera Sid Herdi Kusuma melaporkan bahwa realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 177.161 unit per 9 Oktober 2026, yang terdiri dari 177.140 rumah tapak dan 21 unit rumah susun. Realisasi ini masih jauh dari target tahunan sebanyak 350.000 unit. "Jadi memang dari Januari hingga Mei itu dibandingkan dengan tahun sebelumnya per bulannya kita di bawah. Namun, mulai dari Juni hingga Oktober sekarang kita melihat kinerja dengan tren positif," jelas Sid.
Sid juga mencatat bahwa terdapat 39.155 calon debitur yang sedang mengajukan KPR. Dari jumlah tersebut, 15.520 calon debitur telah lolos pemeriksaan awal, sementara 11.685 calon debitur masih dalam proses terkait kesiapan rumah. "Kalau ditotal, kalau kita berhasil mempercepat demand itu, maka sekitar angka kita ada di 216.316 ya, atau 61,27%," kata Sid.
Untuk mempercepat penyaluran, Sid meminta bank penyalur agar mempercepat analisis kredit dan proses akad, sedangkan pengembang diminta untuk mempercepat penyelesaian rumah yang belum siap huni. BP Tapera juga mendorong pengembang untuk mendaftarkan stok rumah susun siap huni ke sistem Sikumbang agar perbankan dapat memasarkan kepada calon debitur. Sid optimis bahwa kolaborasi antara BP Tapera, bank penyalur, dan pengembang akan menjaga tren positif penyaluran pada kuartal IV 2026 dan mendukung pencapaian target 350.000 unit.