Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan perhatian serius terhadap waktu penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul meningkatnya kasus keracunan di berbagai daerah. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menekankan bahwa makanan olahan siap saji sebaiknya tidak disajikan lebih dari empat jam setelah dimasak. Ia menjelaskan bahwa makanan yang dibiarkan melebihi waktu tersebut pada suhu ruangan sudah dianggap basi dan berisiko terkontaminasi mikroba.
“SOP yang kami berikan jangan lewat 4 jam. Kalau lewat 4 jam, itu hitungan kami itu sudah basi,” ungkap Taruna saat ditemui di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, pada hari Senin (14/9/2026).
Temuan di Lapangan
BPOM menemukan bahwa masih ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasak makanan pada pukul 01.00 dini hari, tetapi baru membagikannya pada pukul 12.00 siang. Jeda waktu yang mencapai 11 jam ini dapat menyebabkan penurunan kualitas makanan dan pembentukan zat berbahaya seperti aflatoksin, yang merupakan senyawa beracun yang dihasilkan oleh jamur seperti Aspergillus flavus.
Menanggapi pelanggaran prosedur ini, BPOM merekomendasikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan sanksi kepada SPPG yang tidak mematuhi prosedur operasional. “Rekomendasi kami yang pertama, tentu bagi SPPG yang tidak mampu menjalankan SOP dengan baik, kami rekomendasikan selain ada yang disuspend, juga ada yang mungkin ditutup,” tambahnya.
Upaya Pengawasan dan Koordinasi
Langkah pengawasan ini diambil untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, juga menekankan pentingnya peran BPOM dalam menjaga gizi publik. “Apresiasi dan terima kasih kepada Badan BPOM yang tugasnya sangat-sangat berat menjaga agar makanan dan obat yang dikonsumsi masyarakat itu aman, bermutu, dan berkhasiat,” kata Pratikno.
Ke depan, BPOM berencana untuk memperkuat koordinasi dengan BGN serta pemerintah daerah untuk mengurangi risiko keamanan pangan sejak tahap produksi di dapur.