Ambisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menjadikan AS sebagai pusat penambangan Bitcoin kini mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan oleh perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) dan kondisi pasar kripto yang sedang lesu. Banyak penambang Bitcoin di AS beralih mengubah fasilitas mereka menjadi pusat data untuk memenuhi kebutuhan AI.
Selama kampanye 2024, Trump sempat menarik perhatian komunitas kripto dengan janji-janji mengenai Bitcoin. Dalam konferensi Bitcoin 2024, ia menyatakan keinginannya agar setiap Bitcoin "dibuat, ditambang, dan dicetak" di dalam negeri, serta berambisi menjadikan AS sebagai pusat penambangan Bitcoin terkemuka di dunia. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya akan persaingan dari China.
Pergeseran Fokus Penambang
China sebelumnya menguasai industri penambangan Bitcoin berkat energi murah dan pasokan mesin dari produsen lokal seperti Bitmain Technologies. Namun, setelah pemerintah China melakukan razia besar-besaran pada tahun 2021, banyak penambang yang pindah ke luar negeri, dan AS menjadi tujuan baru berkat energi yang lebih terjangkau dan pasar modal yang dalam. Namun, dalam setahun terakhir, situasi berubah. Meskipun harga Bitcoin sempat mengalami kenaikan, nilai pasar secara keseluruhan telah merosot sekitar 1 triliun dollar AS dari puncaknya pada Oktober 2025, sehingga keuntungan dari penambangan semakin menipis.
Proses penambangan Bitcoin sendiri sangat bergantung pada daya listrik yang besar, karena melibatkan komputer khusus yang harus terus-menerus memecahkan teka-teki matematika. Penambang yang pertama berhasil akan memperoleh imbalan berupa koin baru. Namun, saat ini, penambangan Bitcoin menggunakan daya komputasi 18 persen lebih sedikit dibandingkan Oktober tahun lalu, sementara permintaan untuk AI terus meningkat. Banyak penambang kini beralih untuk mengubah fasilitas mereka menjadi pusat data yang lebih sesuai untuk industri AI.
Dampak pada Keluarga Trump
Pergeseran ini juga berdampak pada keluarga Trump. American Bitcoin Corp., perusahaan penambangan yang didirikan oleh dua putra tertua Trump, baru diluncurkan tahun lalu, bertepatan dengan penurunan harga kripto. Sejak saat itu, perusahaan tersebut mengalami kerugian selama tiga kuartal berturut-turut, dengan nilai sahamnya anjlok sekitar 90 persen dalam setahun terakhir.
Fasilitas yang awalnya disiapkan untuk perusahaan tersebut kini beralih fungsi untuk melayani AI. Perusahaan penambangan Hut 8 sebelumnya mempertimbangkan kampus Beacon Point di Texas untuk American Bitcoin, tetapi akhirnya menandatangani dua kontrak sewa untuk pusat data AI dengan jangka waktu 15 tahun, dengan total kapasitas mencapai 704 megawatt, cukup untuk memasok listrik bagi ratusan ribu rumah.
Permintaan untuk lahan dengan pasokan listrik yang besar semakin meningkat, karena pusat data AI memerlukan daya besar dalam waktu cepat. Membangun pembangkit listrik dan infrastruktur baru memerlukan waktu bertahun-tahun, sehingga lokasi-lokasi penambangan yang sudah ada menjadi pilihan yang menarik. Pengembang AI dapat segera beroperasi tanpa harus menunggu pembangunan dari awal.
Pemerintah juga berperan dalam mempercepat perubahan ini. Sebuah perintah eksekutif pada Juli 2025 mempercepat proses izin federal untuk pusat data dan infrastruktur listrik. Pada Juni 2026, Komisi Pengatur Energi Federal AS meminta para operator jaringan listrik untuk mempercepat penyambungan pusat data, tanpa membebankan biaya kepada pelanggan lain. Dengan demikian, arah industri semakin jelas, dan diperkirakan sebagian besar pendapatan penambang publik di AS pada akhir tahun ini akan berasal dari AI, bukan lagi dari Bitcoin.