🔴 Breaking
Kesehatan

Dampak Buruk Kesulitan Finansial Terhadap Kesehatan Otak

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa masalah keuangan yang berkepanjangan dapat mempercepat proses penuaan otak. Temuan ini menunjukkan pentingnya dukungan bagi individu yang mengalami kesulitan fina...

Raihan Fadhila

Penulis

14 September 2026
3 kali dibaca
Foto: Ilustrasi kesulitan finansial (Getty Images/PIKSEL)
Foto: Ilustrasi kesulitan finansial (Getty Images/PIKSEL)

Masalah keuangan tidak hanya mempengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kesehatan otak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesulitan finansial yang berlangsung lama dapat berhubungan dengan penuaan otak yang lebih cepat. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Innovation in Aging pada Juli 2026.

Dalam studi ini, para peneliti menganalisis data dari 2.759 individu di Inggris yang telah mengisi kuesioner selama sebagian besar hidup mereka melalui Medical Research Council National Survey of Health and Development (MRC NSHD), yang merupakan studi kohort yang dimulai pada tahun 1946. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mengalami kesulitan keuangan atau memiliki pendapatan rendah secara terus-menerus selama masa dewasa awal dan pertengahan cenderung memiliki hasil yang lebih buruk pada tes kognitif saat mencapai usia 53 tahun.

Hubungan Antara Pendapatan dan Kesehatan Otak

Di antara subkelompok yang menjalani pemindaian otak, ditemukan bahwa pendapatan rendah yang berkelanjutan juga berkaitan dengan kesehatan otak yang lebih buruk, termasuk penyusutan otak yang signifikan pada usia lanjut, yaitu sekitar 69-71 tahun. Hubungan ini tetap ada setelah peneliti mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti kemampuan kognitif masa kanak-kanak, tingkat pendidikan, dan pengalaman buruk di masa kecil.

"Sebagian besar studi tentang penuaan kognitif hanya melihat kesulitan keuangan pada satu titik waktu saja. Studi kami yang menggunakan data selama beberapa dekade memungkinkan kami untuk melihat bahwa akumulasi kesulitan selama bertahun-tahunlah yang terkait dengan hasil kesehatan kognitif terburuk, bukan episode kesulitan yang terjadi sesekali," jelas penulis utama studi, Dr Jacques Wels.

Pentingnya Dukungan untuk Mengatasi Kemiskinan

Penulis senior, Profesor Praveetha Patalay, menekankan bahwa temuan ini menunjukkan bahwa memberikan dukungan kepada individu yang mengalami kesulitan keuangan dan mengurangi kemiskinan yang berkepanjangan dapat membantu mencegah penurunan kognitif dan kemungkinan kasus demensia di masa depan. Hubungan antara kesulitan keuangan dan kesehatan otak yang lebih buruk di usia lanjut terlihat lebih kuat pada pria, individu yang mengalami kondisi kurang beruntung sejak masa kecil, serta mereka yang memiliki varian genetik APOE-ε4 yang diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer.

Pria yang mengalami kesulitan keuangan yang berkepanjangan menunjukkan kinerja yang lebih buruk pada tes kognitif di usia 53 tahun dibandingkan dengan rekan wanita mereka. Para peneliti mencatat bahwa ada beberapa kemungkinan alasan untuk perbedaan ini. Pria yang kurang beruntung mungkin lebih cenderung terlibat dalam perilaku tidak sehat, seperti merokok dan penyalahgunaan alkohol, dibandingkan wanita. Selain itu, pria dari generasi ini juga menghadapi tekanan finansial yang berbeda karena mereka biasanya menjadi pencari nafkah utama.

Salah satu kemungkinan penyebab keterkaitan antara stres keuangan dan kesehatan otak adalah peradangan. Stres kronis dapat memicu peradangan, yang diketahui berkontribusi pada penuaan otak yang lebih cepat. Kekhawatiran yang terus-menerus tentang keuangan juga dapat meningkatkan beban kognitif, di mana terus-menerus memikirkan uang dan tagihan dapat menguras sumber daya mental, sehingga mengurangi kapasitas untuk tugas-tugas kognitif lainnya.

Artikel Terkait