🔴 Breaking
Teknologi

China Berambisi Saingi Starlink dengan Konstelasi Satelit Baru

China menunjukkan keseriusan dalam menantang dominasi Starlink milik Elon Musk dengan meluncurkan putaran pendanaan untuk mempercepat pengembangan konstelasi satelit internet.

Bima Sakti

Penulis

25 June 2026
8 kali dibaca
China Berambisi Saingi Starlink dengan Konstelasi Satelit Baru
Sumber gambar: tekno.kompas.com

China semakin menunjukkan komitmennya untuk bersaing dengan layanan internet satelit Starlink yang dimiliki oleh Elon Musk. Perusahaan satelit orbit rendah asal China, SpaceSail, baru saja membuka putaran pendanaan baru untuk mempercepat pembangunan konstelasi satelit dan memperluas bisnisnya ke pasar internasional.

Menurut laporan dari media pemerintah, China Securities Times, putaran pendanaan ini akan menawarkan maksimal 20 persen kepemilikan saham kepada investor baru maupun yang sudah ada. SpaceSail berencana hanya menerima hingga tiga investor baru dalam pendanaan ini, sambil berharap investor lama juga berpartisipasi dalam penambahan modal.

Penggunaan Dana untuk Pengembangan Teknologi

Dana yang berhasil dihimpun nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan konstelasi satelit, penelitian dan pengembangan teknologi, ekspansi pasar, serta kebutuhan operasional perusahaan. Langkah ini merupakan bagian dari ambisi besar SpaceSail untuk menciptakan jaringan satelit internet orbit rendah yang berskala global.

Perusahaan yang didukung oleh Pemerintah Kota Shanghai ini menargetkan peluncuran hingga 15.000 satelit LEO pada tahun 2030. Jaringan satelit yang akan dibangun diharapkan dapat menyediakan layanan internet broadband di berbagai lokasi, termasuk daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional. Satelit orbit rendah beroperasi pada ketinggian antara 160 hingga 2.000 kilometer dari permukaan bumi, yang memungkinkan latensi lebih rendah dibandingkan dengan satelit geostasioner yang berada di ketinggian lebih tinggi.

Ambisi Global dan Persaingan yang Meningkat

Selain di dalam negeri, SpaceSail juga telah mendapatkan izin dari regulator telekomunikasi Brasil, Anatel, untuk mengoperasikan layanan komunikasi komersial di negara tersebut. Pendanaan baru ini mencerminkan ambisi China untuk memperkuat posisinya di industri internet satelit global dan menantang dominasi Starlink.

Sebelumnya, China meluncurkan roket Smart Dragon-3 (SD-3) pada April 2026 untuk mengirim satelit uji komunikasi ke orbit. Dalam eksperimen terpisah, peneliti China berhasil mendemonstrasikan teknologi komunikasi laser dari satelit geostasioner yang berada pada ketinggian sekitar 36.000 kilometer dari permukaan bumi. Dalam pengujian yang dilakukan di Observatorium Lijiang pada Maret 2026, sistem tersebut diklaim mampu memberikan kecepatan unduh hingga 1 Gbps. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan China dalam membangun ekosistem internet satelitnya sendiri.

Putaran pendanaan baru dari SpaceSail muncul di tengah meningkatnya persaingan industri satelit orbit rendah secara global. Langkah ini dilakukan hanya beberapa hari setelah SpaceX, perusahaan yang mengoperasikan layanan Starlink, mencatatkan IPO terbesar di dunia. SpaceX berhasil mengumpulkan dana sebesar 75 miliar dolar AS dalam debutnya di bursa saham, yang kemudian meningkat menjadi sekitar 85,7 miliar dolar AS. Keberhasilan ini memberikan tambahan sumber pendanaan bagi SpaceX untuk mengembangkan bisnis kecerdasan buatan, internet satelit, dan infrastruktur antariksa.

Artikel Terkait