Jakarta - Beberapa individu yang secara teratur berolahraga dan menghindari makanan tidak sehat mungkin tidak menyadari bahwa mereka berisiko membahayakan kesehatan jantung mereka akibat kurang tidur. Kualitas tidur yang buruk menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan.
Dr. Anshul Kumar Jain, Direktur Kardiologi di Rumah Sakit CK Birla, Delhi, menjelaskan bahwa kurang tidur dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung. Salah satu alasannya adalah tekanan darah yang tidak mengalami penurunan yang seharusnya. Menurut Dr. Anshul, saat tidur dengan kualitas baik, tekanan darah bisa turun sekitar 10-20 persen, memberikan kesempatan bagi pembuluh darah untuk beristirahat. Namun, tidur yang tidak berkualitas atau terfragmentasi mengganggu proses ini, membuat tubuh tetap dalam keadaan waspada, dan detak jantung serta tekanan darah tetap tinggi.
Risiko Kerusakan Pembuluh Darah
Dr. Jain juga menyatakan bahwa kurang tidur secara kronis dapat menyebabkan peradangan ringan di seluruh tubuh. Jika kondisi ini berlangsung lama, peradangan tersebut dapat merusak lapisan pembuluh darah dan mempercepat penumpukan plak lemak, yang dikenal sebagai aterosklerosis. Hal ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju jantung. Gangguan ini berkaitan dengan fungsi endotelium, lapisan dalam pembuluh darah yang membantu pembuluh darah untuk rileks dan melebar. Kurang tidur dapat mengganggu kemampuan ini, sehingga pembuluh darah menjadi lebih kaku dan kurang responsif, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, bahkan pada individu yang terlihat sehat.
Dampak pada Metabolisme dan Kesehatan Jantung
Selain itu, Dr. Jain menekankan bahwa kurang tidur juga memengaruhi metabolisme. Hal ini dapat mengurangi sensitivitas insulin, mengganggu pengaturan gula darah, dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Tidur juga berperan dalam mengatur hormon yang berkaitan dengan nafsu makan. Ketika pola tidur terganggu, sinyal lapar menjadi kurang dapat diandalkan, sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori meningkat, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Dr. Jain menjelaskan bahwa meskipun aktivitas fisik dan pola makan yang baik dapat membantu menjaga kesehatan jantung, keduanya tidak dapat sepenuhnya mengimbangi efek negatif dari kurang tidur yang berkepanjangan. Meskipun ada keterkaitan antara faktor-faktor tersebut, masing-masing beroperasi melalui jalur yang berbeda. Seseorang yang berolahraga secara teratur tetapi hanya tidur lima jam dan sering terbangun di malam hari tetap dapat memberikan tekanan pada jantung yang tidak dapat sepenuhnya diimbangi dengan aktivitas fisik dan diet sehat.
Selain durasi tidur, konsistensi waktu tidur dan bangun juga sangat penting. Kebiasaan tidur yang tidak teratur atau mencoba mengganti kekurangan tidur di hari kerja dengan tidur lebih lama di akhir pekan tidak akan sepenuhnya menghilangkan dampak buruk dari kurang tidur.